Image

Beautiful Target (1)

Gambar

Title                       :  Beautiful Target

 

Author                  :  Giadore Shin

                                @AyuWon92

 

Main Cast            :

  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung
  • Jung Hyun Jin

Support Cast      :

  • Choi Siwon
  • Shin Hye Bin
  • Choi Rae Hee
  • Kim Hee Chul

Genre                   : Drama

Length                  : Series

 

Rating                   : PG 15

 

Warning              : Typo Everywhere

 

Disclaimer          : This is my FF and just for fun^^.

                                  RCL and NO BASH *gomawo*

 

 

 

Story begin ~~

 

^ Backsound – Tablo ‘Epik High’_ Tomorrow ^

 

Happy reading!^^

 

***

 

Seorang yeoja memandang kosong pemandangan yang ada diluar jendela kereta api yang tengah ditumpanginya. Disandarkan kepalanya dikaca jendela yang bertumpu pada tangan kirinya.

Raut wajahnya menandakan kerumitan hidup yang tengah dialami gadis itu.

“Bagaimana perasaanmu Nona Jung?”

seorang namja bermata kecil menoleh pada gadis yang bernama Jung Hyun Jin.

Gadis itu hanya menghela nafas. Tidak merubah posisinya.

Gadis bernama Jung Hyun Jin itu adalah putri dari seorang pengusaha sukses yang bernama Jung Jin Young. Pemilik dari Jung’s Golden Collection. Pengusaha sukses yang terkenal di Seoul. Jung Hyun Jin sangat beruntung bisa terlahir dari keluarga terpandang itu. Dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan sejak kecil tanpa perlu berusaha. Namun sayang, Hyun Jin sangat kekurangan cinta kasih dari kedua orang tuanya. Appa-nya selalu disibukan dengan bisnis – bisnis dan bisnis! Dan Ommanya, sibuk dengan dirinya sendiri. Sejak kecil Hyun Jin selalu ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya. Hal itu membuat Hyun Jin selalu merasa kesepian. Ya, Hyun Jin memang tumbuh menjadi gadis yang cantik bahkan sampai di saat masuk Sekolah Menengah Atas, Hyun Jin adalah gadis tercantik. Namun sayang, gadis cantik itu berhati beku. Karena selalu merasa kesepian, Hyun Jin sering membuat pesta dirumahnya dengan mengundang teman-temannya bahkan sampai lulus dari Universitas. Hyun Jin bisa disebut gadis pesta. Selain pesta, dia juga sering pergi berkencan dengan pria-pria yang disukainya namun dia hanya mempermainkan, tak sedikitpun dia menaruh hati pada setiap pasangan kencannya. Itu hanya bentuk pelampiasan. Rasa kesepian yang merayap dihatinya. Hati yang selalu kosong meski tak seorang pun yang tahu itu.

Sampai pada saat, dimana perusahaan Appa-nya mengalami kebangkrutan, semuanya berubah dalam sekejap. Kekayaan dan kemewahan yang dirasakan Hyun Jin seakan lenyap tak bersisa. Bahkan orang tuanya pun tega meninggalkan Hyun Jin yang tengah terlelap malam itu. Paginya dia baru tahu perusahaan keluarganya mengalami kebangkrutan dan orang tuanya melarikan diri keluar negeri. Rasanya dunia runtuh seketika. Hatinya hancur berkeping bahkan kepingan pun masih cukup besar dibanding bentuk hatinya. Tak ada tempat bertumpu. Hyun Jin merasa menjadi gadis menyedihkan. Saat itulah seorang namja yang tak dikenal Hyun Jin datang menawarkan diri untuk membantunya. Awalnya dia menolak keras tawaran pria itu, selain karena tidak kenal, rasa gengsi dalam diri Hyun Jin pun membuatnya merasa tidak butuh kasihan dari siapapun. Namun melihat keadaan yang sangat rumit, Hyun Jin akhirnya sedikit menurunkan gengsinya. Menerima tawaran namja itu yang sekarang membawanya ke sebuah desa yang Hyun Jin pun tak tahu namanya. Sebenarnya Hyun Jin sedikit curiga dengan namja itu.

Siapa namja itu?

Apa namja itu benar-benar tulus membantunya?

Itulah sebercak tanda tanya di kepalanya. Hyun Jin juga sedikit bingung dengan sikap namja yang tertidur disampingnya. Namja itu tidak memperlihatkan sedikit pun ketertarikannya pada Hyun Jin. Biasanya pria-pria yang dijumpainya pasti akan langsung memuja kecantikan Hyun Jin atau setidaknya menatap Hyun Jin penuh gairah namun berbeda dengan namja itu.

Hyun Jin mengalihkan pandangannya menatap namja disampingnya.

“Lekuk wajahnya sangat tampan dan lembut-”

batin Hyun Jin.

“Apa aku terlalu tampan, sampai kau menatapku seperti itu?”

Hyun Jin terkejut dan langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Mukanya memerah. Malu. Dia cukup kaget, ternyata namja itu tidak tertidur.

“Cih~ ”

Namja itu terkekeh mendengar desisan kesal Hyun Jin.

“Aku Kim Jong Woon. Kau bisa panggil aku YeSung….”

Hyun Jin menoleh. Namja yang bernama Yesung pun menatap Hyun Jin dan tersenyum sekilas. Namun itu sangat manis.

Yang cukup membuat Hyun Jin terpaku sejenak. Dadanya bergemuruh. Ada rasa hangat saat melihat senyum itu. Senyum hangat yang belum pernah dia terima atau rasa hangat dalam hatinya yang didapatnya dari teman kencan prianya dulu.

“..saat ini kita dalam perjalan ke Cheon-Dung”

Lamunan Hyun Jin terpecah saat suara Yesung berderai. Cepat-cepat dia menormalkan raut wajahnya. Berusaha datar.

“Apa tujuanmu tuan Kim?”

Yesung mengikuti arah pandang Hyun Jin. Menatap jalanan berbatu yang tengah mereka lewati.

“Kau pikir apa yang bisa kulakukan terhadap Nona terhormat sepertimu?”

Hyun Jin mendelik cepat kearah Yesung. Persepsinya tentang Yesung langsung berubah. Tadinya Hyun Jin mengira Yesung adalah namja lembut. Tapi…

“Cihh~~ Apa maksudmu?”

Yesung tersenyum mengejek. Dia menunduk untuk mensejajarkan wajahnya pada Hyun Jin.

“Aku tidak menyukaimu Nona Jung yang terhormat. Aku melakukan ini hanya karena merasa kasihan pada gadis terhormat yang malang sepertimu?”

Wajah Hyun Jin mengeras. Tangannya mengepal kuat. Ingin rasanya dia menampar pipi mulus namja brengsek dihadapannya yang tengah tersenyum menyerianginya namun niat itu diurungkan melihat namja itu sudah sejauh ini membantunya keluar dari masalahnya. Hyun Jin membuang tatapannya ke depan. Menghela nafasnya dengan kasar.

“Kalau kau tidak menyukaiku, kenapa kau menolongku?”

“Jadi kau berharap aku menyukaimu Nona Jung yang terhormat?”

“Mworago?”

“Sigh, mungkin setiap pria akan terbius akan kecantikanmu…”

Yesung mendekatkan mulutnya ke telinga Hyun Jin. Terasa hembusan nafas Yesung di telinganya menggelitik Hyun Jin. Jarinya menyentuh pipi halus Hyun Jin. Membuat gadis itu menegang.

“..namun tidak denganku. Kecantikan mu tidak sedikit pun berpengaruh buatku.” lanjut Yesung lalu mencium sekilas pipi Hyun Jin.

Hyun Jin membulatkan matanya. Dadanya kembali berdetak lebih cepat. Niatnya untuk menampar Yesung kembali diurungkan, entah kenapa diat tak memiliki keberanian untuk menatap Yesung. Hyun Jin hanya menunduk, menyembunyikan rona merah pipinya. Dan itu cukup membuat Yesung tersenyum puas.

***

“Yesung oppa!”

Gadis muda berlari turun dari kamarnya sambil berteriak senang.

“Rae Hee-ah…”

Gadis yang bernama Choi Rae hee itu langsung memeluk Yesung. Terlihat mereka sudah sangat lama tidak bertemu. Yesung memang bukan kaka kandung dari Rae hee, namun keluarga Rae hee sudah menggangap Yesung seperti anak angkat atau bisa disebut Yesung sebagai oppa buat Rae hee. Setelah puas, Rae Hee melepas pelukannya.

“Apa kabar oppa?”

Raehee bergelayut manja di lengan Yesung. Dia belum menyadari ada sepasang mata yang menatap kesal pasangan sejoli beda generasi itu.

Yesung tersenyum manis.

“Baik. Bagaimana denganmu Rae hee-ah?”

“Nado oppa.

Hyun Jin mulai kesal merasa diabaikan. Rae hee menoleh ke arah Hyun Jin lalu menatap Yesung.

“Nugu-yo?”

“Dia Jung Hyun Jin. Untuk sementara waktu Nona ini akan tinggal disini bersama oppa.”

jelas Yesung.

Rae hee melepaskan tangannya dari lengan Yesung lalu berjalan mendekati Hyun Jin. Menatap Hyun Jin dari atas sampai bawah yang membuat Hyun Jin sedikit jengah. Hyun Jin melirik Yesung yang hanya menggidikan bahunya.

“Wah, Hyun Jin Onnie cantik sekali~”

ucapnya polos.

“Mwo?? Ehm.. Kau juga cantik Rae-yah.”

balas Hyun Jin tulus sambil sedikit salah tingkah. Yesung hanya tersenyum mengejek.

“Selamat datang Nona Jung..!”

Suara berat itu membuat tiga anak manusia menoleh kesumbernya. Ternyata tuan Choi Siwon dan istrinya Shin Hye Bin atau Nyonya Choi yang baru saja tiba. Hyun Jin cukup terkejut mendengar namanya disebut. Hyun Jin membungkuk hormat pada sepasang suami istri itu sambil melirik -lagi- Yesung.

“Annyeong hasimnikka ahjussi ahjumma. Jung Hyun Jin imnida.Terima kasih telah mengizinkan saya tinggal disini.”

Tuan Choi dan istrinya tersenyum tulus.

“Gwenchana. Yesung telah menceritakan semuanya. Kau bisa tinggal disini selama kau mau. Anggap saja kami keluargamu”

“Ye, kami harap kau nyaman tinggal disini” sambung Nyonya Choi.

Hyun Jin tersenyum tulus menatap Tuan dan Nyonya Choi. Hatinya begitu hangat mendengar sambutan ramah dari keluarga ini. Dia bisa melihat sosok Ayah dan Ibu impiannya. Mata Hyun Jin memanas. Cairan bening seolah mendesak keluar, namun sekuat tenaga dia menahannya.

“Jeongmal Gamsahamnida Ahjusi Ahjuma.”

Hyun Jin kembali membungkuk. Yesung tersenyum.

***

Hyun Jin menelisik seluruh sudut kamar yang akan ditempatinya selama tinggal di kediaman keluarga Choi. Rumah yang bernuansa klasik namun dipadu dengan barang-barang modern memberi nilai estetika di matanya.

“Mungkin tidak sebanding dengan kamar dirumahmu, namun kami harap kau nyaman tinggal disini Hyun-geun~”

Suara lembut wanita paruh baya menyadarkan Hyun Jin dari lamunannya. Bukan hanya suara namun sebutan nama yang lembut, yang belum pernah dia terima sekalipun dari kedua orang tuanya.

“Ahjumma~”

Nyonya Choi tersenyum ke arah Hyun Jin yang tengah menatapnya sayu. Wanita itu berjalan mendekati Hyun Jin lalu menyentuh pundah Hyun Jin lembut.

“Hyun-geun, jika kau butuh sesuatu, jangan sungkan minta tolong pada kami. Kami akan dengan senang hati membantumu~”

“Ahjumma~”

Hanya kata itu yang keluar dari bibir Hyun Jin. Seakan hatinya terenyuh mendapat sentuhan lembut dari sosok Omma yang dia impikan. Matanya menatap Nyonya dengan mata yang berkaca-kaca.

Nyonya Choi tetap tersenyum sambil menyentuh wajah Hyun Jin.

“Istirahatlah. Kau pasti lelah. Lihat! Wajahmu terlihat pucat~”

Nyonya menjauhkan tangannya dari wajah Hyun Jin.

“Selamat beristirahat”

Nyonya Choi beranjak dan berjalan ke arah pintu. Namun baru saja tangannya menyentuh gagang pintu, suara Hyun Jin berderai. Nyonya membalikan tubuhnya menatap Hyun Jin.

“Aku suka kamar ini. Neomu Joahayo Ahjumma. Gamsahamnida Ahjumma”

Hyun Jin membungkuk hormat lalu tersenyum tulus. Air mata yang tak terbendung pun keluar begitu saja dari pelupuk matanya.

Melihat itu, Nyonya Choi membalasnya dengan tersenyum.

***

Selesai makan malam keluarga Choi berkumpul di ruang keluarga. Namun Hyun Jin meminta diri untuk menikmati malam di tepi kolam milik keluarga itu.

Saat ini dia tengah duduk ditepi kolam. Kakinya dibiarkan tenggelam menikmati dinginnya air kolam. Tangannya diletak dibelakang sebagai tumpuan dan matanya menatap hamparan langit malam yang luas. Menatap orbit malam seolah ada sesuatu yang dicarinya disana. Sesekali Hyun Jin menghela nafasnya pelan sambil memejamkan matanya. Semilir angin malam menerpa wajah putihnya. Mengacak rambut hitamnya dengan kasar.

“Kau kira dengan memejamkan mata kau bisa melihat masa depan”

Nada dingin di suara berat itu membuat Hyun Jin membuka mata dan mendapati sosok namja bermata sipit duduk disampingnya dengan posisi yang sama. Hyun Jin menatap kesal ke arah Yesung. Ya, namja usil itu adalah Yesung.

“Aish, mengganggu saja~”

desis Hyun Jin yang masih bisa didengar Yesung. Yesung hanya terkekeh pelan.

Sejenak suasana hening. Hanya bunyi suara percikan air yang dimainkan kaki Yesung.

“Apa orang tuamu sudah menghubungimu?”

Yesung memulai topik pembicaraan. Hyun Jin yang tadinya menatap langit mengalihkan pandangannya pada Yesung yang tengah asyik menendang-nendang air kolam.

Hyun Jin menundukan kepalanya seraya menghembuskan nafasnya pelan.

“Belum~. Ku rasa mereka sudah melupakan ku.”

Yesung menoleh pada Hyun Jin yang menunduk lemah.

“Kau membenci mereka?”

Hyun Jin menggeleng.

“Anni. Mereka orang tuaku dan akan tetap seperti itu. Sejahat apapun mereka, tak akan pernah mengubah bahwa karena merekalah aku bisa ada disini.Aku menyayangi mereka.”

Yesung terpukau dengan jawaban Hyun Jin. Meski dia pernah tahu bahwa Hyun Jin adalah gadis penggoda yang suka kencan dengan pria-pria namun ternyata Hyun Jin adalah gadis polos. Sisi berbeda yang baru saja ditemukan oleh seorang Yesung.

“Jangan terlalu men-dramatisir.”

Hyun Jin menoleh cepat ke arah Yesung. Menatap Yesung penuh kesal. Yesung hanya terkekeh, sebenarnya bukan kata-kata itu yang ingin dia katakan. Namun apa daya dia hanya ingin gadis disampingnya tidak menunjukkan wajah sedih yang membuat hati Yesung ikut merasa sedih. Lebih baik baginya melihat gadis itu marah dari pada menunjukkan ekspresi menyedihkan.

“Apa maksudmu?”

“Haha.. Diusiamu yang kepala dua kau baru menyadari bahwa kau menyayangi orang tuamu. Ckck, tidak salah selama ini kau sibuk membagi kasih sayang pada teman-teman kencan mu”

“Kau pikir aku seburuk itu!”

Hyun Jin mulai terlihat jengkel.

“Bukankah aku benar? Gadis pesta sepertimu pasti sering berbagi kasih sayang. Aku rasa itu permainan yang menyenangkan.”

Mendengar itu, Hyun Jin bertambah jengkel. Namun sebisa mungkin dia menahan itu semua. Dia tahu pria sejnis Yesung ini sangat menyebalkan jika menanggapi sikapnya. Tiba- tiba seulas senyum menyeriangi tampak di bibir Hyun Jin. Dia memandang nakal kearah Yesung.

“Ye, kau benar. Aku sangat menyukai permainan. Apalagi dengan orang yangmenyenangkan, Yesung-ei.”

Yesung yang melihat senyum itu cukup terkesima, namun balik menyeriangai gadis itu.

“Benarkah?”

Tanpa terdeteksi oleh waktu, bibir Yesung sudah menempel di bibir Hyun Jin. Tangan besar Yesung menangkup wajah Hyun Jin posesif seolah tak ingin gadis itu menghindar dari perlakuannya. Yesung mencium bibir Hyun Jin selembut mungkin membuat Hyun Jin yang awalnya terbelalak dan kaget mulai memejamkan matanya menkmati sentuhan hangat bibir Yesung dibibirnya. Hyun Jin merasa darahnya menggelegak dari urat vena-nya menuju jantungnya menyebabkan hentakan yang cukup kuat. Perasaan hangat yang menjalari hatinya yang beku dan belum pernah didapatkannya selama ini. Dia merasa nyaman dengan sentuhan namja ini. Yesung pun merasakan hal yang sama. Tangananya yang memegang wajah Hyun Jin bergetar bila dia mulai menyentuh Hyun Jin lebih dalam. Perasaan yang baru ditemuinya bersama gadis itu. Tak bisa di pungkiri  jantungnya pun terasa hangat dan menghentak keras.

Namun entah dari mana, Yesung akhirnya mendapat kesadarannya disaat dia mulai merasa  tak terkendali dan melepaskan tautan mereka, namun tak menjauhkan wajahnya dari Hyun Jin. Hyun Jin yang sadar Yesung melepaskan ciumannya merasa sedikit kecewa namun dia berusaha untuk tidak menunjukkannya. Masih terdengar hembusan. nafas mereka yang sedikit memburu.

Perlahan Yesung mengarahkan telunjuk kirinya menelusuri lekuk pipi kanan Hyun Jin, sedang tangan kanannya masih menangkup wajah Hyun Jin. Tercipta seulas senyum menyeriangi dari bibir Yesung.

“Nona Jung,  sebenarnya aku akan sangat senag hati meladeni mu. Tapi, aku beri kau kesempatan untuk keluar dari permainan ini.”

Hyun Jin masih tak bergeming saat Yesung melepaskan wajahnya. Yesung bangun dari duduknya berjalan menjauh meninggalkan Hyun Jin yang masih terdiam . Hyun Jin menatap punggung Yesung yang semakin menjauh lalu menghilang dibalik pintu.

Hyun Jin menormalkan kembali posisi tubuhnya. Dia masih duduk ditepi kolam. Kepalanya didongkakan menatap langit yang makin gelap. Lalu memejamkan matanya. Tangan kanannya diletak didadanya yang masih berdebar kencang. Mungkin tadi, bukanlah first kissnya namun ini pertama kalinya hatinya yang dingin merasa hangat dan jantungnya berdetak sangat cepat. Dia merasa nyaman dengan sentuhan Yesung.

“Apa mungkin aku mulai menyukaimu, Yesung-ei? Atau mungkin lebih dari itu?”

batinnya.

Perlahan tangan kanan Hyun Jin beralih menyentuh bibirnya lembab. Masih terasa oleh Hyun Jin bibirnya yang disentuh lembut bibir Yesung. Tanpa sadar bibir Hyun Jin melengkung indah menciptakan sebuah senyum indah. Ada rasa bahagia mengingat perlakuan lembut Yesung.

Hyun Jin membuka matanya.

“Aku mulai merindukan mu~”

***

Sesampainya di kamar Yesung langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang. Nafasnya terdengar memburu.

“Aarrrgghh. . !!”

Yesung bangkit dari tidurnya. Berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam kamarnya. Dibasuh wajahnya dengan kasar. Matanya beralih menatap pantulan wajahnya di cermin yang ada dikamar mandinya.

“Apa yang telah kau lakukan Yesung bodoh! Paboya!!”

Yesung merutuki kebodohannya yang lepas kendali. Dia masih bisa merasakan wangi perfume aroma melon milik Hyun Jin melayang-layang di memorinya.

Yesung menggeleng kuat.

“Anni. Tidak mungkin. Aku tidak mungkin menyukainya. Ingat Yesung, ini hanya permainan..!”

Namun sayang, kalimat Yesung tidak sesuai dengan hatinya yang masih berdebar. Tangannya yang memegang sisi wastafel bergetar efek hentakan dari jantungnya.

“Lupakan. . Lupakan. . Lupakan. . !”

Yesung menepuk-nepuk pipinya saking frustasinya.

***

Keluarga Choi beserta Hyun Jin dan Yesung sudah duduk tenang di meja makan sambil menikmati sarapan buatan Nyonya Choi.

“Masshita!”

Nyonya Choi tersenyum mendengar ucapan Hyun Jin. Dia memandang Hyun Jin yang tengah menyantap makanannya dengan semangat dan lahap.

 

^ Backsound – Tablo ‘Epik High’_ Tomorrow ^

 

 

To Be Continued………

Ckckc. FF yang satu belon kelar, eh datang lagi bawa FF baru. maklum bang ‘INSPI’ lagi nemplok di ubun-ubun. kekeke^^

tetap harap RCL nya yaaaa…..

*deep bow*

 

Gamsahamnida^^

 

Advertisements

2 comments on “Beautiful Target (1)

  1. ohhh ohhhh…jadi begini toh cerita awalnyaaaaa…… emmmmm ada maksud apa ya si yesungggg???? tpi apa itu??? baru kenal kok udah cipika wae??? eennyyyy guaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s