Image

Beautiful Target (2)

Gambar

Title                :  Beautiful Target

 

Author            : Giadore Shin

                        @AyuWon92

 

Cast                :

>> Kim Jong won a.k.a Yesung

            >> Jung Hyun Jin

 

Support Cast :

>> Choi Siwon

>> Shin Hye Bin

>> Choi Rae Hee

>> Kim Heechul

>> Some cast will come in another scene

 

Genre              :

Drama

 

Length            :

Multi – Season

 

Rating             :

PG 15+

 

Warning         :

            Typo everywhere mengakibatkan huruf lari kemana-mana jadi diharapkan para readers menyiapkan ‘huruf cadangan’ 😛

 

Disclaimer      :

            This is just my fiction story ‘bout me and my idol. Author is Siwon’s anae^^. Don’t BASH and CoPas. And please comment^^.

 

(Gamsahamnida^^)

 

===============================================================

Happy Reading^^

 

Season II beginnnnnn………….

 

[ Backsound : Se7en – I’m Going Crazy ]

 

***

Mobil berwarna biru laut menepi di depan pintu masuk sebuah gedung yang menjulang tinggi. Di pertengahan puncak gedung itu terdapat rangkaian kata “Cheon Institut”. Seorang yeoja memakai kemeja berwarna grey dengan lengan yang digulung sampai sikut dipadu dengan black skinny jeans dan sepatu kets senada dengan kemejanya, keluar dari mobil itu. Rambutnya yang dikucir longgar teracak pelan saat angin menerpanya. Tas selempang tersampir di bahunya. Yeoja itu melongokkan wajahnya ke dalam mobil untuk melihat sosok yang ada didalamnya.

“Gomawo, Oppa.”

Sosok yang dipanggil Oppa itu tersenyum.

“Ne, cheonma.”

“Bye.. Oppa..Onnie!”

Gadis itu berjalan memasuki gedung yang merupakan kampusnya. Gadis itu adalah Choi Rae hee. Gadis yang baru setengah tahun ini menginjak bangku sebagai seorang mahasiswi jurusan Informan Technic di Cheon Institut.

Gadis ceria itu berjalan semangat dengan senyum yang selalu menempel disudut bibirnya. Sesekali dia menyapa teman-temannya yang berpapasan dengannya.

***

Sepasang anak manusia tengah berada dalam keheningan di dalam sebuah mobil. Mereka adalah Yesung dan Hyun Jin yang baru saja mengantar Rae hee ke kampus. Yesung hanya fokus pada kemudi tanpa berniat menoleh apalagi untuk bersuara.

Hyun Jin yang duduk disampingnya menghela nafas seraya menyandarkan tubuhnya pada kursi dengan tangan terlipat didadanya. Dia mengerucutkan bibirnya, mulai kesal dengan ‘kediaman’ namja disampingnya. Hyun Jin melirik Yesung.

‘Sejak kapan namja ini menjadi pendiam? Apa karena kejadian tadi malam? Cih~ menyebalkan!’

gerutu Hyun Jin.

Yesung yang merasa diperhatikan menatap Hyun Jin sekilas lalu kembali fokus.

“Kenapa bibir-mu mancung begitu? Apa kau menginginkannya lagi?”

“MWOO??”

Hyun Jin mendelik cepat. Kaget dengan ucapan Yesung. Dadanya kembali bergemuruh akibat darah dalam tubuhnya berdesir mengakibatkan hentakan kuat didadanya. Pipinya memanas. Dengan cepat dia mengalihkan wajahnya kearah luar jendela mobil. Mengutuki jantungnya yang tidak bisa bekerja sama.

Yesung tertawa melihat ekspresi Hyun Jin.

“Aku tidak heran jika kau menginginkan-nya lagi.”

“Aish, kau kira itu hal yang penting untuk di pikirkan. Aku bahkan sudah melupakan-nya.”

Yesung mengernyit, menoleh pada Hyun Jin. Sudut bibirnya terangkat setengah, menciptakan seriangan yang cukup membuat siapapun bergidik termasuk Hyun Jin yang melirik Yesung.

“Begitukah? Tapi semalam kau terlihat menikmatinya Nona Jung.”

“Ya, aku tidak mau menyia-nyiakan sebuah kesenangan. Kau tahu itu kan tuan Kim?”

Hyun Jin balas menyeriangi Yesung.

“Ya ya.. Tapi bagi-ku itu bukan kesenangan…

Yesung terlihat berpikir. Hyun Jin menoleh pada Yesung dan menunggu kelanjutan kalimat Yesung.

“…tapi sebuah kesalahan.”

“Kesalahan?”

Hyun Jin mengernyit.

“Ya, kesalahan romantis!”

Hyun Jin mendadak mual mendengar ucapan Yesung. Namja itu tersenyum bangga atas ucapannya yang dibalas Hyun Jin dengan mengeluarkan lidahnya seolah mau muntah.

‘Kesalahan romantis? Aish menjijikan’

batin Hyun Jin.

“Dari mana kau mendapat kalimat menjijikan itu?”

Yesung tertawa keras walau pandangannya tetap fokus pada kemudi, membuat Hyun Jin harus menutup telinga dengan tangannya.

“Bukankah kata-kata itu sering kau dapat dari teman kencan-mu?”

“Tapi kalimat itu terdengar menjijikan jika kau yang mengucapkannya.”

Yesung makin tertawa keras. Membuat Hyun Jin bertambah kesal.

“Aish…”

Tawa Yesung mulai mereda. Dia menoleh sekilas menunjukkan wajahnya yang berubah serius.

“Ya, kau benar… Kata-kata itu akan terdengar menjijikan jika aku yang mengucapkan, karena aku berbeda dari pria-pria mu itu, Nona Jung..”

***

Yesung turun dari mobil yang di ikuti Hyun Jin. Dan mulai berjalan masuk ke sebuah rumah mewah bergaya eropa dengan tiang-tiang penyangga seolah menyegel rumah itu. Hyun Jin menelisik sekitar pekarangan rumah itu.

*TING TONG*

Yesung memencet bell yang ada di sudut kiri pintu rumah itu. Tak lama berselang pintupun terbuka. Seseorang muncul dari balik pintu. Orang yang pertama kali melihatnya mungkin akan mengira dia adalah seorang yeoja namun dia adalah namja tulen. Dia…

“Annyeong chullie-ah..”

Ya, sosok yang membukakan pintu itu adalah Kim Heechul, sepupu dari Yesung.

Heechul sedikit kaget dengan kedatangan Yesung yang menurutnya tiba-tiba namun akhirnya senyum tersungging di bibir Heechul.

“Hai, Yesung-ei..!”

Refleks Heechul memeluk Yesung.

“Kapan kau tiba disini? Kenapa tidak mengabari-ku”

lanjut Heechul setelah melepas pelukan singkat mereka.

Yesung tersenyum.

“Aku tiba kemarin. Mian, aku tak sempat memberitahumu.”

“Aish, kau ini, selalu begitu…”

Heechul mengalihkan pandangannya pada Hyun Jin yang menatap aneh pada Heechul. Heechul menatap Hyun Jin dari bawah ke atas seolah sedang merangkap bayangan Hyun Jin dalam memorinya.

‘Kenapa pria ini?’

batin Hyun Jin.

“Nugu-yo?”

Yesung yang mengerti maksud tatapan Heechul hanya menarik nafas lalu membuang secara perlahan tanpa menjawab pertanyaan Heechul.

“Chullie-ah, kau tidak mempersilahkan kami masuk, ehm?”

Suara Yesung mengalihkan pertanyaan Heechul yang baru tersadar bahwa mereka masih berdiri di depan pintu.

Heechul yang merasa malu hanya tertawa kaku.

“hehehe..mian Yesung-ei. Ayo masuk!”

***

Yesung menyesap minuman dingin yang baru saja di sajikan Heechul. Memainkan tepi gelas dengan telunjuknya namun matanya melirik Heechul yang menatap Hyun Jin. Membuatnya merasa gerah dan sedikit kesal.

“Apa kau putri dari pemilik Jung’s Golden Collection itu?”

Hyun Jin yang tadinya sedang menatap setiap sudut rumah Heechul, mengalihkan pandangannya menatap namja itu.

Hyun Jin tersenyum kaku. Dia bingung, apa dia mesti bangga atau malah kecewa?

“Jung Hyun Jin imnida. Bangapseumnida Heechul-ssi^^”

Bukannya menjawab, Hyun Jin malah memperkenalkan dirinya.

“Nado, Kim Heechul imnida^^”

Oh ya, berhubung aku lebih tua darimu, kau wajib memanggil-ku ‘OPPA’, arra?”

“O-oppa?”

Hyun Jin cukup kaget dengan permintaan Heechul. Kenapa? Seumur-umur dia tidak pernah menyebut siapapun dengan ’embel-embel’ OPPA ataupun ONNIE. Namun melihat tatapan Heechul, Hyun Jin tak punya opsi lain.

“N-ne arraseo, O..Oppa”

Heechul tersenyum

“Jadi dia putri pemilik….”

Heechul menghentikan ucapan-nya saat Yesung menatap Heechul tajam.

“Ne.. Ne…”

Heechul mengerti arti tatapan Yesung.

***

“Gadis itu memang benar-benar cantik. Tak salah jika selama ini ,dia digosipkan sering berkencan. Tapi dari wajahnya, dia terlihat polos. Emm..kalau begitu kapan-kapan aku ingin mengajaknya berkencan.”

Heechul menerawang membayangkan fantasinya.

Yesung merasa terganggu dengan ucapan Heechul.

“Cih, sejak kapan kau punya pikiran untuk berkencan dengan wanita?”

Cibiran Yesung yang langsung mendapat jitakan dari Heechul.

“Aw.. Appo!”

Yesung menatap kesal pada Heechul sambil mengelus jidatnya. Heechul menautkan tangan-nya didepan dada.

“Kau pikir aku ini abnormal, babo!”

Yesung tersenyum mengejek.

“Lagipula, kau pikir Hyun Jin mau berkencan dengan pria yang wajahnya…..”

“Ada apa denganku?”

Ucapan Yesung terpotong saat melihat kehadiran Hyun Jin yang baru saja kembali dari toilet.

Yesung dan Heechul saling berpandangan canggung membuat kening Hyun Jin berkerut karena pertanyaannya tidak dijawab.

Tiba-tiba, Heechul berdiri dan melangkah mendekati Hyun Jin. Tangannya menyentuh pipi Hyun Jin.

“Kenapa lama sekali ditoiletnya? Apa kau baik-baik saja?”

Bukannya menjawab, Heechul malah membuat kerutan dikening Hyun Jin bertambah.

Yesung yang melihat sikap Heechul ikut berdiri lalu menarik Hyun Jin yang berada disamping Heechul, membuat Heechul melepaskan tangannya dari wajah Hyun Jin. Tindakan Yesung membuat Hyun Jin tersentak.

“Ehh!”

Begitu juga dengan Heechul yang merasa aneh dengan sikap sepupunya itu. Tidak biasanya sang sepupu punya refleks bagus tentang wanita. Namun tiba-tiba senyum jahil tersungging dibibirnya.

“Chulli-yah, kami pulang dulu. Terima kasih buat waktu dan minumannya. Oh ya, lusa Choi Ahjussi mengadakan pesta ulang tahun pernikahannya dan aku diminta untuk mengundangmu. Kau harus datang. Arra! Baiklah kami pamit. Annyeong!”

Yesung melangkahkan kakinya sambil menarik tangan Hyun Jin, membuat Hyun Jin yang sedang membungkuk kearah Heechul, hampir saja terjatuh jika dia tidak menjaga keseimbangannya.

***

Yesung memarkirkan mobilnya di garasi rumah kediaman keluarga Choi. Setelah mematikan mesin mobil, Yesung melepas seatbelt lalu beranjak keluar namun ekor matanya melirik sejenak Hyun Jin yang menekuk wajahnya.

“Aku tahu wajahmu itu tidak cantik, tapi bisakah kau tidak menambah kadar keburukanya dengan menekuknya seperti itu?”

Hyun Jin mendelik tajam namja yang tengah menatap malas ke arahnya. Dia menggigit bibir bawahnya menahan geram. Tangannya gatal ingin menimpuk kepala besar milik namja sipit  bernama Yesung itu.

Yesung menggeleng lalu menutup pintu mobilnya kemudian melangkah masuk kedalam rumah meninggalkan Hyun Jin yang kekesalannya makin bertambah.

Bagaimana tidak kesal, dengan se-enaknya Yesung menyeret dirinya dari rumah Heechul Dia merasa aneh dengan sikap Yesung saat di rumah Heechul tadi, sempat terpikirnya Yesung –mungkin– cemburu melihat Heechul yang menggodanya namun detik kemudian Hyun Jin menggeleng cepat, menepis pikiran bodoh yang bersarang di otaknya.

Dengan malas Hyun Jin membuka pintu mobil lalu keluar dan masuk kedalam rumah.

***

Pagi ini Nyonya Choi mengajak Hyun Jin untuk shopping ke Boutique langganannya di sebuah Mall Seoul mengingat besok adalah hari ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Choi yang ke – 20 yang diadakan di salah satu Resort di Seoul. Mereka hanya berdua, tanpa Rae hee yang harus pergi kuliah pagi ini.

Hyun Jin membiarkan Nyonya Choi yang memimpin jalan. Dia hanya mengikuti langkah Nyonya Choi yang sedang mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Mall.

Sejujurnya Hyun Jin merasa tak enak hati pada kebaikan hati keluarga Choi yang sudah menerimanya untuk tinggal di rumahnya dan sekarang dia harus menerima kebaikan itu lagi dengan menerima ajakan Nyonya Choi yang ingin mengajak shopping. Tapi disisi lain Hyun Jin merasa bahagia Nyonya Choi yang sudah dianggapnya sebagai Omma-nya mengajaknya untuk shopping bersama dan itu adalah impiannya sejak dulu. Ingin shopping dengan Omma-nya namun karena kesibukkan sang Omma, impian itu tak pernah terwujud.

Saking asyiknya dengan pikirannya, Hyun Jin tak mengetahui bahwa Nyonya Choi sudah menghentikkan langkahnya tepat di depan pintu masuk di Boutique langganannya sedang Hyun Jin terus berjalan bahkan melewati Nyonya Choi yang kebingungan.

“Hyun-geun?!”

Hyun Jin tersentak saat suara lembut itu berderai namun terkejut mendapati Nyonya Choi tidak ada di hadapannya. Dia terlihat panic namun tiba-tiba suara yang dikenalnya itu kembali berderai.

“Hyun-geun?!”

Suara Nyonya Choi kembali berderai membuat Hyun Jin menoleh kebelakang dan mendapati Nyonya Choi menatapnya bingung.

“Ahjumma…”

Hyun Jin melangkah kearah Nyonya Choi. Wanita paruh baya itu terseyum tipis.

“Gwencahana Hyun-geun?”

Hyun Jun tersenyum kaku.

“Nde, gwenchana-yo ahjumma.”

‘Babo-ya’

Hyun Jin merutuki kebodohannya.

Nyonya berjalan mendekati Hyun Jin. Menatap gadis itu denagn senyum lembutnya seolah mengerti denagn apa yang dirasakan gadis itu. Tangan halusnya menangkup wajah Hyun Jin membuat gadis itu menatap Nyona Choi.

“Hyun-geun, Ahjumma tahu apa yang sedang kau pikirkan. Tapi bisakah kau tidak usah memikirkannya…”

Hyun Jin terdiam.

“Sejak kau masuk kerumah kami, kami sudah menganggap-mu sebagai anak kami. Dan aku adalah Omma-mu jadi kau tidak perlu merasa sungkan, eum?”

Hyun Jin hanya mengangguk. Mulutnya serasa terkatup mendengar kalimat Nyonya Choi. Lagi- lagi hatinya bergemuruh. Rasa hangat menjalarinya lewat ucapan maupun sentuhan lembut tangan halus Nyonya Choi.

Nyonya Choi melepaskan tangannya dari wajah Hyun Jin lalu meraih tangan Hyun Jin dan menuntun Hyun Jin mengikutinya masuk ke dalam Boutique.

***

Yesung menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa yang tengah di dudukinya. Satu kakinya dinaikkan dan di tekuk. Matanya menatap serius acara yang sedang di tayangkan di TV. Mulutnya asyik mengunyah cemilan di toples yang dipegang tangan kanannya.

Ceklek!!

Reflek kepala Yesung terarah pada sumber suara yang ternyata berasal dari pintu masuk. Tak lama kemudian masuklah dua orang wanita, Nyonya Choi dan Jung Hyun Jin. Mereka terlihat sedang tertawa kecil. Mata Yesung mengarah pada tangan dua wanita itu yang penuh dengan bungkusan-bungkusan besar. Tanpa bertanya Yesung sudah tahu, dua wanita itu baru saja menghabiskan waktunya untuk berbelanja. Hal yang paling di bencinya dari seorang wanita.

Yesung menggeleng dan menghela nafasnya lalu kembali memposisikan dirinya dengan nyaman menonton TV.

“Dasar wanita…..”

***

 

Golden Seoul Resort

19.00 KST. Seoul City.

Klasik namun elegan. Itulah suasana yang memenuhi ruangan yang dijadikkan sebagai tempat acara 20th Anniversarry Choi’s Family. Para tamu undangan yang adalah kerabat, para sahabat dan klien dari keluarga Choi tak henti-hentiya berdecak kagum melihat design ruangan itu.

Seorang pria paruh baya namun masih sangat terlihat tampan dengan tuxedo hitamnya itu tengah bercengkrama kepada para tamu undangan. Sesekali dia menjabat uluran tangan para tamu. Dia  adalah Choi Siwon. Di lengannya terlingkar mesra tangan indah milik istrinya, Shin Hye Bin yang dengan setia mendampinginya. Wanita paruh baya itu terlihat sangat cantik malam hari ini. Dengan balutan gaun bridal putih panjang yang meng-ekspos bahu dan leher jenjangnya menambah kesan anggun. Rambutnya di-gulung ke atas dengan rapi. Lehernya yang indah semakin indah saat kalung bertahta-kan berlian melingkar disana. . Tamu-tamu yang datang tidak bisa untuk tidak memujinya. Mereka adalah pasangan yang serasi.

***

Yesung masuk duluan ke dalam lift yang sudah terbuka yang di ikuti Hyun Jin dengan langkah yang sedikit kesulitan. Gadis itu terlihat kurang nyaman dengan stiletto yang membalut kaki jenjangnya. Mungkin karena belum terbiasa.

Hyun Jin memposisikan dirinya berdiri disamping Yesung yang memasang wajah datarnya membuat Hyun Jin yang melirik dari ekor matanya lalu menghela nafas. Hyun Jin menunduk untuk melihat stiletto berwarna coklat gelap senada dengan dress press selutut yang terpasang di tubuhnya. Dress tanpa lengan membuat leher jenjangnya terpampang indah . Wajah cantiknya di poles se-natural mungki namun tak meredupkan pesonanyadan bibir merahnya dipoles dengan lipstick berwarna dessert rose.

Yesung menatap lurus ke depan dengan tangannya yang dimasukkan kedalam kantung celana hitamnya.Tanpa sengaja ekor matanya menatap Hyun Jin yang tengah menunduk sehingga sedikit mengekspos belahan dadanya yang putih. Dengan cepat Yesung mengalihkan pandangannya. Darahnya berdesir melihat pemandangan yang cukup menarik untuk pria normal sepertinya. Yesung menarik nafas dengan kasar merasa oksigen di dalam lift menipis, hawa panas seolah melingkupinya. Berusaha mengenyahkan pikiran-pikiran yang membuatnya sesak nafas.

Hyun Jin kembali menegakkan tubuhnya ketika dilihatnya Yesung bergerak gelisah.

“Kau kenapa?”

Ucapan Hyun Jin sontak membuat Yesung menoleh kearah Hyun Jin. Gadis itu mengernyit melihat wajah gugup Yesung. Yesung sednag memikirkan jawaban  yang tepat ketika pintu lift yang terbuka menyelamatkannya dari pertanyaan Hyun Jin. Dengan langkah cepat Yesung segera berjalan mendahului Hyun Jin yang memasang tampang bingung.

‘Ada apa dengannya? Ck, dasar pria aneh!’

 

***

 

Tuan dan Nyonya Choi masih tetap sibuk melayani sapaan para tamu undangan ketika Hyun Jin  dan Yesung berjalan mendekat. Nyonya Choi yang menyadari kedatangan Yesung dan Hyun Jin memberi senyum manisnya. Giliran Yesung dan Hyun Jin yang tepat di hadapan Tuan dan Nyonya Choi.

“Chukkahamnida Ahjusii Choi..”

Yesung memeluk sang Paman lalu di ikuti Hyun Jin yang hanya menjabat tangan Tuan Choi. Melihat Hyun Jin yang mempesona malam ini membuat Tuan Choi tidak bisa menyembunyikan pujiannya.

“Kau sangat cantik malam ini Hyun-geun”

Hyun Jin hanya tersipu malu.

“Gamsahamnida Ahjusii”

“Ahjumma Choi, Chukkahamnida…”

Hyun Jin memeluk sang Ahjumma dengan hangat. Senyum menghias di bibir kedua wanita cantik itu. setelah cukup mereka melepas pelukannya. Mata teduh milik Nyonya Choi menatap wajah Hyun Jin, tangannya diulurkan untuk menyentuh wajah cantik itu.

“Ahjussi-mu benar, kau sangat cantik malam ini.”

Hyun Jin tersenyum tulus mendengar setiap kalimat dari mulut Ahjumma yang sudah dianggapnya sebagai Omma-nya. Bukan karena pujian tapi karena setiap deraian kalimat dan suara lembut yang memerdukan hati Hyun Jin.

“Gamsahamnida Ahjumma. Ahjumma juga sangat cantik malam ini.”

Nyonya Choi melepaskan tangannya dari wajah Hyun Jin. Yesung yang berdiri disamping Tuan Choi hanya tersenyum. Sulit mengartikan apa makna senyum itu. tiba-tiba Yesung seperti menyadari sesuatu.

“Dimana Rae hee?”

 

***

Tak jauh dari pasangan itu berdiri seorang gadis dengan balutan dress pink rose dengan payet-payet terjalin indah di dadanya menambah nilai manis dan imut dalam dirinya. Stiletto setinggi 10cm dengan warna senada menghias kaki jenjangnya. Rambutnya ikalnya dibiarkan tergerai dan make-up natural menghias dirinya.

Namun sayang, wajah gadis itu sedikit di tekuk terlihat  bosan sedang menderanya. Gadis itu menangkupkan kedua tanganya di depan dada , matanya tertuju pada sepasang suami-istri yang tertawa bahagia. Ya, gadis itu adalah Choi Rae Hee anak dari Tuan Choi Siwon dan Nyonya Choi Hye Bin.

“Aisshhhh…kapan acara ini akan dimulai?”

Karena bosan, Rae hee berjalan menuju meja yang tersedia dengan hidangan yang siap santap. Tanganya meilih beberapa kue-kue coklat lalu memasukkan ke dalam mulutnnya denagn kasar ambil menggerutu kecil.

Mulut Rae hee penuh dan terlihat menggembung. Rae hee tetap mengunyah makanannya dengan santai tanpa memperdulikan tatapan aneh atau gelengan kepala dari para tamu yang melihat tingkah Rae hee. Bagaimana tidak? Seorang gadis cantik menggerutu kecil dengan mulut yang penuh dengan makanan. Astaga!

 

***

Pesta berlangsung sangat meriah. Para tamu undangan terlihat amat menikmati suasana pesta. Acara inti baru saja dilewati, prosesi ulang tahun pada umumnya, meniup lilin dan memotong kue ulang tahun  setinggi 10cm dengan baluran keju dan diatas kue itu terdapat lilin berbentuk angka 20 dan hiasan sepasang cupid manis berwarna senada  olehTuan dan Nyonya Choi. Dan kue pertama yang diberikan kepada anak tunggal yang sangat mereka kasihi, Choi Rae Hee lalu di susul oleh Yesung dan Hyun Jin dan diakhiri oleh ciuman mesra yang didaratkan Tuan Choi dibibir indah istrinya ,Nyonya Choi dan langsung mendapat tepuk tanag meriah dari para tamu undangan.

Acara selanjutnya diisi oleh penampilan penyanyi solo berbakat, Baek Ji Young.

Dan disinilah Hyun Jin, berdiri diantara orang-orang ynag tak dikenalnya. Setelah acara inti tadi Yesung menghilang entah kemana begitu juga dengan Raehee . sedang Tuan dan Nyonya Choi sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu.

Seorang pelayan pria menghamipri Hyun Jin dengan nampan coklat ditangan kanannya.

“Permisi, nona mau minuman?”

Pelayan itu menawarkan minuman soft drink mengisi tiap-tiap gelas. Hyun Jin meraih tangkai gelas yang berisi cairan berwarna orange.

“Gomawo”

Pria itu hanya membungkuk sambil tersenyum lalu beranjak dari hadapan Hyun Jin.

Hyun Jin menyesap cairan orange itu dengan lambat seolah hanya menyalurkan rasa minuman itu dilidahnya. Rasa bosan meliputinya. Biasanya Hyun Jin sangat menyukai hal-hal yang berbau pesta. Namun berbeda untuk malam ini, dia mulai muak dan gerah dengan suasana pesta yang mengingatkannya akan peristiwa menyedihkan dalam hidupnya. Kesepian. Diriuh riah pesta malam ini Hyun Jin merasa sendiri, hatinya kembali dingin. Dia membutuhkan seseorang yang bisa menghangatkan hatinya saat ini. Dia masih cukup waras unutk tidak meminta Nyonya Choi menemaninya apalagi meminta Yesung berdiri disampingnya. Gadis itu menggeleng cepat berusaha mengenyahkan kerja syarafnya yang terganggu akibat rasa kesepian bodoh itu lalu kembali meneguk minumannya. Bibir mungilnya mengerucut begitu saja, sikap refleksnya saat merasa kesal dan bosan.

Tiba-tiba Hyun Jin merasa sesuatu menyentuh bahu kanannya. Dia menoleh dan tersentak ketika mendapati seorang pria botak yang –mungkin– sudah ‘berkepala empat’ sedang tersenyum kearahnya.

“Annyeong Aggashi… sendirian saja..”

Tangan pria itu turun meraih tangan Hyun Jin lalu menggenggamnya. Hal itu membuat Hyun Jin menegang.

“Boleh aku temani?”

Pria itu kembali tersenyum yang menurut Hyun Jin sangat menjijikan.

Hyun Jin yang merasa risih tangannya disentuh pria paruh baya itu , mulai memberontak minta dilepaskan .

“Mianhamnida  Aku memang ingin sendiri. Bisa tolong singkirkan tangan anda, Tuan?”

Bukannya melepaskan, pria botak itu semakin mengeratkan genggamannya di tangan Hyun Jin dengan senyum makin lebar dibibirnya mebuat Hyun Jin menatapnya ngeri.

***

Yesung tengah menyesap cairan hijau dari gelasnya. Matanya yang kecil namun tajam focus pada satu titik. Entah sudah berapa lama dia menikmati objek pandangnya itu seolah itu adalah objek yang menarik dan amat sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja.Namun dia tak berniat untuk mengampirinya. Objeknya adalah seorang gadis manis lebih tepatnya mempesona, yang tampak bosan. Bibir manyun gadis itu terlihat seksi dimata Yesung yang mampu membuat jantungnya berdetak diluar jangkauan hanya karena menatapnya saja dan menimbulkan perasaan yang bisa membuatnya bekerja diluar kendali. .Yesung sadar makhluk lain dalam dirinya akan bangkit jika dia berada di dekat gadis itu dan menghirup aroma melon fresh yang menyeruak dari  tubuh gadis itu yang entah sejak kapan menjadi candu baginya. Itulah alasannya, mengapa dia tidak menghampiri gadis itu. Ah bukan! Lebih tepatnya menahan diri untuk tidak menghampirinya

Bibirnya hampir melengkungkan sebuah senyum saat seorang lelaki paruh baya tanpa rambut dikepalanya menghampiri gadis itu. Tangan kanannya mencengkram erat tungkai gelas yang tengah dipegangnya saat tangan pria botak itu menggenggam paksa  tangan gadis itu. Rahangnya mengeras saat gadis itu berusaha melepaskan tangannya dari pria botak yang sedang menyerianginya. Makhluk lain dalam dirinya akhirnya keluar begitu saja tanpa bisa di kendalikan olehnya. Setelah terlebih dahulu meletakkan gelasnya di meja, dengan cepat namun tegas dia berjalan kearah gadis yang tengah ketakutan itu.

***

Hyun Jin masih berusaha melepaskan tanganya dari pria botak itu, namun aksi tarik menarik itu akhirnya terhenti saat sebuah suara bass bernada dingin berderai diantara mereka.

“Singkirkan tanganmu,Tuan!!”

Pria botak itu menghentikkan gerakannya, matanya menatap lurus kedepan, belakang Hyun Jin.Hyun Jin yang seperti mengenal nada suara itu berbalik dan shock saat mendapati sosok Yesung dengan sikap coolnya sudah berdiri di belakangnya. Dan dengan santainya mengambil tempat diantara Hyun Jin dan pria botak itu.

Hyun Jin masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya. Ada rasa bahagia saat tahu bahwa orang yang ‘menyelamatkannya’ adalah pria berkepala besar yang menjadi rival hari-harinya. Merasa sikap Yesung ini seperti adegan heroic sang pangeran di drama-drama yang sering ditontonnya.

Yesung tersenyum tipis saat matanya menangkap raut keterpesonaan di mata Hyun Jin namun matanya beralih pada pria botak yang masih belum melepaskan tangannya dari tangan gadis itu. Pria botak itu mendesah kasar. Yesung tersenyum sinis.

‘Astaga, pria botak ini memang menyebalkan’

“Tuan, tolong lepaskan tangan A-N-D-A.!!”

Ucap Yesung lagi dengan penuh penekanan. Hyun Jin masih belum tersadar dari ketidakpercayaannya meski suara Yesung kembali berderai.

“Jangan ganggu gadis ini.”

Lanjutnya.

Pria botak itu menyeriangi. Memutar bola matanya kesal dikesal diganggu Yesung.

“Ck, anak muda. Bisakah kau tidak menggangu kesenanganku, hah!!??”

“Tsk….

Yesung mendekat kearah pria botak itu. Menatap pria itu geram membuat si pria botak sedikit berjengit.

“Jangan ganggu gadis ini, karena…

Yesung mengalihkan pandangannya pada Hyun Jin dan menyeriangi.

“….gadis ini terjangkit Skizofrenia Syndrome.”

 

Pria botak itu menatap Yesung bingung begitu juga Hyun Jin yang sudar sadar dari lamunannya dan membalas tatapan Yesung dengan kening berkerut. Yesung kembali menoleh pada pria botak itu..

“Gangguan kejiwaan!.”

“MWOOOOOO?!!!!”

Pria itu kaget dan langsung menghempaskan tangan Hyun Jin, menatap Hyun Jin ngeri lalu berjalan meninggalkan Yesung dan Hyun Jin yang shock setengah mati. Apa katanya tadi? Gangguan jiwa?? Batin Hyun Jin tak percaya. Padahal baru saja bibirnya akan mengulas senyum melihat sikap manis Yesung menolongnya dari pria botak itu namun kata-kata Yesung barusan menghempaskan perasaan bahagia yang sempat tersemat dihatinya dan cepat-cepat menarik kata ‘manis’ itu.

Yesung tersenyum puas ketika ucapannya berhasil membuat pria botak itu pergi menjauh. Dia merasa baru saja menjadi seorang pahlawan ‘kebetulan’. Matanya kembali menatap Hyun Jin yang tengah menatapnya tajam. Melihat ekspresi gadis itu, Yesung tak bisa menahan tawanya, dia tahu gadis itu pasti sedang kesal setengah mati.

“Hahaha……Tak kusangka ternyata seleramu berubah. Apa kau tidak bisa menggaet pria yang lebih tampan dari pria botak itu,em..? Haahahaahha…

Hyun Jin menggigit bibir bawahnya geram melihat Yesung yang kembali tertawa. Dan…

“Hahaha…Auwww…..!!!”

Yesung menjerit kesakitan  sambil mengangkat kaki kirinya ketika tungkai stileeto Hyun Jin menginjak kakiYesung.

Hyun Jin menyeriangi puas, kedua tangannya dilipat didepan dada setelah terlebih dahulu meletakkan gelasnya dinampan seorang waitress yang kebetulan lewat…

“Gangguan Jiwa? Cih—. Lalu kau apa, hah? Bukankah pria yang lebih gila yang bersedia mendekati wanita gila..? Menyebalkan!!”

“YAA….YAAA.. mau kemana kau?. Seharusnya kau berterima kasih padaku karena sudah menolongmu..  Ya!! Aisshh…Auwww!!”

Teriak Yesung sambil melambaikan tangannya yang bebas dan tangannya yang lain memegangi kaki kirinya saat melihat Hyun Jin dengan santai meninggalkan dirinya yang kesakitan setengah mati.

[ Backsound : Big Bang – Beautiful Hangover ]

 

To Be Continued…………………

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s