Image

Beautiful Target (3)

Gambar

Title : Beautiful Target

Author : Giadore Shin 

Main Cast :

Kim Jong Won a.k.a Yesung

Jung Hyun Jin

Support Cast :

Choi Rae hee

Kim Heechul

Choi Siwon

Shin Hye Bin

all other cast will come in another scene

Genre : Drama

Length : Series

Rating : PG 15

Disclaimer : This my Fiction. Just for fun. Author is Siwon’s anae # LOL

Warning : Diharap kepada readers menyiapkan huruf cadangan karena typo beredar dimana-mana^^

No Bash – No CoPas but Please Comment^^

Gamsahamnida

———-

Happy Reading^^

***

Hyun Jin meninggalkan Yesung yang tengah kesakitan akibat ‘sentuhan’ stiletto Hyun Jin di kaki kirinya.

Poor Yesung.

————

Part III begin..

{Backsound : B1A4 – Baby, I’m sorry }

***

Heechul berjalan dengan santainya kearah sepasang suami-istri yang menjadi tokoh dalam acara yang dia hadiri malam ini. Tuxedo semi formal berwarna silver membalut tubuhnya yang tinggi. Namun tak sedikitpun mengurangi kadar kecantikkan dalam dirinya meski dia adalah seorang pria. Tulen. Sejatinya yang di undang adalah sang Appa, namun karena ada pekerjaan penting yang harus di prioritaskan maka Heechul lah yang diminta untuk mengganti kehadiran sang Appa.

Ya, dia tak keberatan mengingat si pemilik acara adalah seseorang yang sudah dianggap keluarganya.

Sepasang suami-istri itu tersenyum melihat kehadiran Heechul.

“Chukkae Ahjussi~….”

Heechul tersenyum tulus pada pria yang bernama Choi Siwon, lalu memeluknya sekilas.

“Chukkae Ahjumma~”

Heechul beralih menyapa si istri pria itu, Choi Hyebin setelah melepaskan pelukkannya pada si pria.

“Neee, cheonma Heechul-ssi.”

jawab mereka serempak disertai senyuman manis.

***

Rae hee berdiri dipojok ruangan dengan wajah bersungut-sungut. Bagaimana tidak? Di ruangan ini tak ada seorang pun yang seumuran dengannya. Dia masih cukup waras untuk tidak bergabung dengan ahjumma-ahjumma cerewet ataupun menyapa pria-pria yang lebih cocok dipanggil ahjussi.

“Sepertinya aku harus cari tempat yang nyaman dan aku rasa bukan disini.”

Rae hee mengambil segelas minuman berwarna merah dari nampan seorang waitress lalu mulai melangkahkan kakinya menuju tempat yang cocok menurut pemikirannya.

*BRAAAKK!!*

Belum dalam hitungan detik minuman itu telah berpindah ke baju seseorang yang baru ditabrak Rae hee. Saking asyiknya melamun, Rae hee tidak memperhatikan jalannya dannnn…..

Dengan sisa keberanian yang ada Rae hee mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang menjadi ‘korbannya’. Kalau dilihat dari tuxedonya, pasti seorang pria. Pikir Rae hee.

“Kauuuuuu..!!!”

Rae hee tertegun menatap sosok yang ditabraknya. Bahkan gelas kosong yang ditangannya terjatuh begitu saja. Bukan karena teriakan sosok itu tapi karena..

‘Kenapa ada pria secantik ini??’

***

Desiran angin malam menerpa wajah pucat seorang wanita yang tengah berdiri di sudut balcon sebuah hotel mewah. Hotel dimana acara annyverssary keluarga Choi sedang berlangsung. Angin ringan sesekali mengacak rambutnya yang tertata rapi. Suasana sepi menggambarkan perasaan wanita itu malam ini. Seolah tak mendengar dentuman suara-suara berisik yang berasal dari pesta itu.

Jalanan pusat kota Seoul yang ramai dan kerlap-kerlip lampu malam, tak berpengaruh apapun pada pikirannya. Matanya hanya memandang lurus kedepan. Kosong.

Pikirannya kembali pada persekian menit yang lalu, dimana dia melihat si Tuan-Kepala-Besar yang menyebalkan. Yesung!

Hyun Jin -nama wanita itu- selalu dibingungkan dengan perasaanya sendiri ketika dia berhadapan dengan pria itu. Pria tampan…err…ah lupakan! Maksudnya pria bermata sipit namun berkepala besar, ya sangat besar..tapi Hyun Jin meragukkan apakah kepala besarnya itu berisi? Atau hanya pajangan semata?

Ahh..entahlahh yang jelas pria itu amat sangat menyebalkan!

Bagaimana tidak? Yesung selalu bersikap dingin jika bersama dirinya, namun tadi si Tuan-Kepala-Besar itu malah tersenyum hangat bahkan tertawa lepas saat berbincang dengan seorang wanita – yang pastinya tidak Hyun Jin kenal.

Marah??

Untuk apa?

Cemburu?

Absolutely NOT!!

Lalu apa??

Huhhh.. Entahlah!!

Hyun Jin menghela nafas kesal dan bingung. Jujur, ada sedikit rasa kecewa terselip dihatinya ketika mendapati sikap dingin Yesung hanya sering ditunjukkin pada dirinya seorang.

“MENYEBALKAAANNNN!!!

“Nona, tidak baik berteriak malam-malam begini..”

“Eehhh…!”

Hyun Jin tersentak mendengar interupsi dari sebuah suara. Dia membalikkan tubuhnya dan mendapati seorang pria jangkung bermata sipit berjalan kearahnya. Pria itu memposisikan dirinya tepat disisi Hyun Jin. Kedua tangannya diselipkan dibalik kantong celana hitamnya lalu menoleh pada Hyun Jin yang tertunduk malu. Beruntung cahaya lampu di balcon malam ini temaram sehingga tak perlu memamerkan rona merah dipipi Hyun Jin.

‘Babo’

Pria itu tersenyum melihat tingkah Hyun Jin meski si wanita tidak melihatnya. Pria berparas tampan itu mengalihkan pandangannya dari Hyun Jin, memfokuskan pandangannya pada pemandangan malam kota seoul yang padat meski dimalam hari. Pejalan kaki pun tak mengurungkan niat untuk keluar demi menikmati kerlap-kerlip negeri Gingseng itu.

Pria itu terlihat sangat tampan dengan tuxedo hitam formal yang membalut tubuh tingginya. Siapapun yang melihat pasti sulitt untuk mengalihkan pandanganya dari si pria. Tak terkecuali dengan Hyun Jin yang kini sedang menatap pria itu.

‘Tampan’

Mata bening Hyun Jin terpaku saat sepasang mata hazel milik si pria itu membalas tatapannya. Seolah ada magnet yang membuat mata Hyun Jin sulit mengalihkan pandangannya dari pria itu.

Tak jauh berbeda dengan si pria. Cahaya lampu temaram yang menembus manik mata Hyun Jin membuat matanya tampak bersinar jernih. Sinar yang serasa mengalir cepat melalui saraf motorik dalam tubuhnya dan menghentak dadanya. Menghasilkan rasa nyeri yang berkepanjangan. Tangan kanan pria itu -yang tadinya terselip dikantung celana- keluar begita saja dan tanpa sadar bergerak ingin menyentuh pipi pucat Hyun Jin, namun……

PLAKKK!!

“awwww!”

si pria memegangi pipi kirinya yang baru saja disentuh..lebih tepatnya ditampar Hyun Jin. Begitu juga Hyun Jin yang sama terkejutnya, seperti baru sadar akan tindakannya yang menampar pria itu.

“Ommo! Mianhaee. Tadi aku melihat ada nyamuk dipipimu dan aku hanya…”

Hyun Jin membungkuk panik dengan wajah memelas.

“Gwenchana aggashi.. Zhoumi imnida.”

Hyun Jin melongo menatap pria yang bernama Zhoumi itu.

‘Bagaimana mungkin dia tersenyum setelah aku menamparnya?’

“Nonaaaa..?”

“Nde??” Hyun Jin tersadar dari lamunannya.

“Hyun Jin imnida” lanjutnya sambil tersenyum kaku.

“Mianhae Zhoumi-ssi…”

“Gwencaha Hyun Jin-ssi, mungkin karena aku terlalu tampan jadi nyamuk pun menyukaiku..”

canda Zhoumi yang berhasil mengundang tawa Hyun Jin. Zhoumi bahkan melupakan rasa sakit dipipinya saat melihat Hyun Jin yang tertawa lepas. Bibirnya melengkungkan senyuman, merasa senang bisa membuat gadis cantik dihadapannya melupakan rasa bersalahnya.

Dan akhirnya mereka tertawa bersama.

***

Yesung mengernyit bingung ketika gadis dihadapannya mengulurkan tangan kanannya pada Yesung.

Seperti mengerti, gadis itu tersenyum manis.

” Mau berdansa denganku??”

“Da-Dansaa??”

gadis itu mengangguk sambil tersenyum geli melihat ekspresi kaget Yesung.

Yesung berpikir sejenak, mencoba memantapkan hatinya menerima tawaran gadis yang bernama Park Yoon untuk berdansa.

Dansa?

Oh! Demi sepatu kaca Cinderella! Seumur hidup, ini kali pertama Yesung menyentuh ‘dunia lain’ seperti ini. Ck, kedengaran tabu tapi dilihat dari sikap Yesung yang dingin (meski sesekali hangat) mungkin semua orang akan memaklumkan hal itu.

Apakah dia harus menolak?

Atau menerima??

“Baiklah.”

Yesung memutuskan untuk menerima tawaran Yoon, dia menyambut uluran tangan gadis itu yang langsung menuntunnya ke lantai dansa. Tempat itu sudah dipenuhi berpasang-pasang manusia yang tengah hanyut dalam alunan musik romantis. Suasana sedikit meredup membuat beberapa pasangan mengumbar ciuman panas mereka. Ya, serasa dunia milik berdua.

Yesung berdiri dihadapan Yoon. Tubuhnya menegang saat tangan Yoon melingkar dilehernya.

Gugup.

Itulah yang tengan dialami Yesung.

Berbeda dengan Yoon, gadis itu terlihat agresif,dilihat dari caranya yang menuntun kedua tangan Yesung untuk memeluk pinggang rampingnya. Yoon mendongkak untuk menatap pria itu, namun sayang Yesung menghindari kontak mata dengan gadis itu. Yoon sedikit kecewa namun dia menyadari kegugupan Yesung . Dia mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik dan mencoba mengajak Yesung untuk ikut bergerak dilantai dansa bersamanya.

Perlahan Yesung mulai bisa mengikuti gerakan Yoon meski rasa gugup dan canggung belum sepenuhnya hilang.

Perasaan gugup Yesung bukan karena gadis dihadapannya tapi karena Yesung merasa sedikit risih dengan kontak fisik yang terjadi saat ini. Yoon terlihat agresif dan membuat Yesung gerah namun apa daya dia terlanjur menerima tawaran gadis itu dan Yesung masih cukup waras untuk tidak mempermalukan gadis itu dengan meninggalkannya dilantai dansa seorang diri.

Yesung tahu, Yoon masih tetap menatapnya, namun rasa enggan dalam dirinya menolak untuk membalas tatapan gadis itu. Mata itu sangat berbeda dengan mata seseorang yang selalu menghipnotis dirinya.

Yesung kembali mengingat kejadian beberapa menit lalu. Ia melihat Hyun Jin menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan ketika dirinya sedang tertawa mendengar celotehan dari Yoon. (gadis yang sebenarnya baru ia kenal setelah insiden stiletto Hyun Jin yang menginjak kaki Yesung). Tawa Yesung lenyap saat melihat Hyun Jin berdiri tidak jauh dari tempat duduknya. Mata mereka bertemu. Jantung Yesung seketika berpacu cepat. Dia merasa seperti baru saja kepergok selingkuh. Dia takut Hyun Jin cemburu.

Tunggu! Cemburu?

Pemikiran bodoh, Yesung!

Hatinya mencelos saat Hyun Jin beranjak pergi menjauh. Hilang dari pandangannya. Yesung membenci dirinya yang terlalu gengsi untuk memanggil nama gadis itu, Hyun Jin.

Mata itu…

Apakah mata yang baru saja menunjukkan rasa sakit..?

Tubuh itu..

Tubuh yang mengeluarkan aroma candu baginya..

Bibir itu..

Bibir hangat nan manis yang pernah disentuhnya, membuatnya menginginkannya lagi…

Lamunan Yesung terurai saat matanya menangkap sosok yang familiar dipikirannya. Dia melihat gadis itu bersama seorang pria yang dia tidak kenal.

Yesung bisa melihat dengan jelas gadis itu tersenyum malu ketika pria itu mengulurkan tangannya, mengajak gadis itu berdansa. Mata kecil Yesung menyiratkan ketidaksenangan dengan apa yang ia lihat.

Dia membenci pria yang menyentuh tubuh gadis itu.

‘Yesung bodoh, apa yang kau pikirkan!’

Yoon yang menyadari tatapan tajam Yesung ikut menghentikkan gerakkannya dan rasa penasaran membuatnya menoleh pada objek yang sedang ditatap Yesung.

***

“Kenapa kau berada disini?”

“Aku tak suka pesta.”

Zhoumi menoleh pada Hyun Jin yang menatap langit malam.

“Benarkah? Bukankah biasanya para gadis menyukai hal yang berbau pesta?”

“Itu dulu. Tidak untuk saat ini. Aku muak.”

Zhoumi terkekeh sembari mengambil pandangan lurus kedepan. Memandang gedung-gedung pencakar langit yang tampak indah dihiasi lampu malam hari.

“Sepertinya kau bukan orang korea, Zhoumi-ssi?”

Gantian Hyun Jin yang menoleh pada pria itu.

Pria itu menggumam ya.

“Aku dari China. Aku disini untuk menggantikkan ayahku yang tidak bisa hadir di pesta Tuan Choi. Kebetulan Tuan Choi partner terbaik ayahku.”

Hyun Jin hanya ber-oh ria.

Zhoumi menoleh pada Hyun Jin.

“Sepertinya jam dansa sudah dimulai, apakah kau mau melewatkannya begitu saja? Aku pikir itu hal yang menarik.”

Kening Hyun Jin berkerut.

“Apa kau sedang mengajakku berdansa?”

Dan disinilah mereka sekarang, menempatkan diri diantara pasangan yang asyik dengan kegiatannya sendiri.

Zhoumi mengulurkan tangannya pada Hyun Jin, dengan ragu Hyun Jin menyambutnya. Pria itu menarik pinggang Hyun Jin agar lebih mendekat dan itu membuat Hyun Jin menunduk menyembunyikan rona merah yang lagi-lagi muncul. Zhoumi tersenyum, cukup mengerti dengan sikap Hyun Jin yang menurutnya canggung. Hyun Jin mengangkat kepalanya saat Zhoumi meletakkan tangannya dileher pria itu. Matanya mengerjap indah, membiaskan bulu mata lentiknya dan itu membuat Zhoumi harus mengakui kecantikan dari gadis dipelukkannya saat ini.

“Kau sangat cantik,Nona.”

bisik Zhoumi membuat Hyun Jin bergidik. Pipinya merah. Dengan halus Hyun Jin mendorong bahu Zhoumi untuk menjauh dari wajahnya ketika gadis itu mulai merasa kurang nyaman. Zhoumi yang mengerti perlahan menjauhkan wajahnya lalu mulai menggerahkan tubuhnya sambil menuntun Hyun Jin.

“Maaf.”

Hyun Jin hanya tersenyum. Namun senyumnya pudar saat sepasang mata menatapnya tajam. Mata dingin milik si Tuan-Kepala-Besar itu terlihat kecewa dan…sakit.

Sakit?

Bukan..

Bukan pria itu yang merasa sakit tapi dirinya.

Lihat saja wanita yang berada dalam pelukkannya.

Mereka terlihat mesra membuat hati Hyun Jin sesak. Dia merasa oksigen disekitar menipis membuat jantungnya melemah. Matanya memanas melihat itu.

‘Tidak Hyun Jin! Jangan sekarang kumohon!

‘Hyun Jin bodoh!’

Sekuat mungkin dia berusaha menahan airmata nya. Beruntung Zhoumi tidak menyadarinya.

Zhoumi tersentak saat Hyun Jin tiba-tiba melepaskan pelukkannya dan berjalan cepat meninggalkan Zhoumi sendiri dilantai dansa yang kebingungan dengan alasan Hyun Jin barusan.

“Aku ingin ke toilet.”

***

Derap langkah seseorang terdengar jelas menghentak diatas marmer putih. Dengan cepat kaki itu mengikuti langkah Hyun Jin yang baru saja akan masuk kedalam sebuah ruangan.

GREEPP!

Tangan kekar seseorang menarik lengan Hyun Jin dengan kasar dan menghempaskan tubuh mungil Hyun Jin ke dinding bercat putih gading.

“Ahhh…!”

Hempasan tiu membuat Hyun Jin sedikit meringis dan terkejut. Dia mendongkak dan terbelalak saat mendapati mata itu menusuk retina matanya. Kedua tangan pria itu diletakan disisi wajah Hun Jin, mengunci ruang gerak gadis itu.

Jarak mereka sangat dekat sehingga baik Hyun Jin maupun pria itu dapat merasakan hembusan nafas menerpa wajah mereka.

Aroma tubuh Yesung menguar kedalam indra penciuman Hyun Jin. Feromon yang dirindukannya.

Yesung semakin memperkecil jarak wajah mereka. Dan itu membuat Yesung menyesal. Aroma tubuh gadis itu menggodanya. Tanpa Hyun Jin sadari tangan Yesung mengepal kuat mencoba menahan diri untuk tidak menyerang Hyun Jin saat ini juga.

Hyun Jin yang mulai tersadar dari lamunannya, mencoba melepaskan diri namun kita sudah tahu bahwa hasilnya sia-sia saja.

Hyun Jin mengerjap, mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengeluarkan suaranya yang tercekat ditenggorokkan.

“A-ap-apa yang ka-kau la-lakukan?”

terdengar seperti bisikan. Membuat Yesung menarik sudut bibirnya. Tersenyum menyeriangi.

“Kau yakin ingin tahu apa yang akan kulakukan?”

***

“Tuan, tolong lepaskan tanganku. Ini sakit!”

Rae hee mencoba melepaskan tangannya dari seorang pria yang tengah menarik paksa tangannya. Ya, dia tahu dia salah karena tidak sengaja menabrak seseorang sehingga cairan dalam gelasnya mengenai seseorang dan mengotori bajunya.

Kalian tahu siapa korbannya?

Dengan sangat menyesal ternyata dia adalah Kim Heechul. -,-

Heechul tidak memperdulikan teriakan Rae hee. Dia sedang murka setengah mati. Penampilan perfect-nya jadi berantakan akibat kecerobohan gadis bodoh yang yaa…bisa dibilang cantik. Ah tidak! Masih lebih cantik aku! Pikir Heechul.

“Ahjussi, kita mau kemana? Anda tahu, nanti orang tuaku pasti khawatir mencariku dan jika aku hilang lalu mereka menemukanku bersamamu, anda pasti akan dituduh menculik anak gadis orang. Apa anda pernah dengar tentang pedofil? Atau jangan-jangan anda se-seorang pedo~”

“YAAA!!!!”

ocehan Rae hee yang tanpa jeda berhenti ketika Heechul menghentikkan langkahnya dan menatap murka kearah Rae hee.

“Pedofil? Kau bilang aku pedofil? Hahah..”

Heechul tertawa sinis lalu menatap tajam pada Rae hee.

“Sekalipun aku pedofil, aku tidak-akan-tertarik pada gadis bodoh sepertimu!”

“Ga-gadis b-bo-bodoh? Kau! Dasar Ahjumma jelek!”

teriak Rae hee yang membuat Heechul murka.

“Aku bukan ahjumma ataupun ahjussi dan aku masih muda!”

“Kau itu Ahjuma dan kau sudah tua!”

“Kau! Dasar gadis bodohh!”

“Ahjumma jelek!”

“Diam!”

“Tidak mau!”

“Aku bilang diam!”

“Aku bilang tidak mau!”

“Kau~!”

“Ak..mmmpphh….”

Rae hee menegang. Matanya terbelalak saat sesuatu yang dingin dan lembut menyentuh bibir merahnya. Rasa hangat yang menjalar seperti aliran listrik yang menyentrum dadanya. Shock!

Tangan besar Heechul yang menangkup wajah Rae hee memucat. Aliran darahnya serasa berhenti saat dia menyentuh bibir itu. Jantungnya tenggelam diperut, sulit untuk memompa aliran darahnya. Ketidakwarasan Heechul memucak ketika iblis dalam dirinya keluar dan menuntunnya untuk bertindak lebih. Dia mulai melumat bibir Rae hee lembut. Jantungnya seperti sudah kembali ketempat namun anehnya berdetak lebih cepat.

‘Heechul, kau pasti sudah gila!’

Heechul menutup matanya mencoba menikmati tindakan gilanya.

Heechul memindahkan tangan kanannya menuju pinggang Rae hee dan menarik tubuh gadis itu saat dia merasa tubuh mungil itu hampir merosot.

Rae hee merasa kakinya lumpuh ketika bibir Heechul melumat bibirnya. Dia tidak menolak ataupun membalas ciuman itu. Dia masih bingung dan shock. Sejujurnya ini adalah ciuman pertamanya.

Ciuman pertama?

Ciuman pertama?!!

Mata Rae hee yang hampir terpejam mendadak terbuka. Dia baru sadar ternyata saat ini dia sedang dicium oleh seorang ahjussi jelek. Dan hal terburuknya adalah itu ciuman pertama!

Shit!

Otaknya yang tadinya macet kembali normal dan reflek mendorong tubuh Heechul menjauh yang membuat pria itu mundur beberapa langkah.

Ciuman mereka terlepas.

Nafas mereka masih memburu. Heechul pun sudah kembali kealam sadarnya dan merutuki dirinya yang sudah bertindak bodoh.

Rae hee menatap Heechul tajam dan Heechul tahu itu.

“Kau! Kenapa kau menciumku?!”

teriak Rae hee masih dengan nafas memburu.

Heechul balas menatap Rae hee dengan malas lalu mengusap bibir bawahnya menggunakan jempol kirinya. Bibirnya tertarik membentuk seriangai.

“Itu bukan ciuman. Aku hanya memberi sedikit pelajaran pada gadis bodoh sepertimu”

Rae hee melotot.

“Pervert! Jelas-jelas kau menciumku ahjussi jelek!”

“Ck, selain bodoh ternyata kau keras kepala juga. Huh!”

Heechul membalikkan badannya hendak pergi namun baru tiga langkah dia kembali berbalik menoleh pada Rae hee dan yaa..bibirnya tersenyum yang menurut Rae hee menjijikan.

“Jangan katakan kalau itu ciuman pertamamu.”

Heechul tertawa mengejek lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Rae hee yang kesal setengah mati. Wajah gadis menggeram marah. Kedua tangannya mengepal.

Dannn…

PLAAAK!!

“Arggghhh…!!”

Stiletto runcing Rae hee mengenai tepat belakang kepala Heechul yang membuat pria itu kesakitan dan mengelus kepalanya.

Heechul membalikkan badannya, menatap Rae hee dengan wajah merah padam dan mendapati Rae hee tertawa terbahak-bahak lalu menjulurkan lidahnya pada Heechul.

“Ya kau! Jangan kabur! Berhenti disitu!”

Heechul berteriak ketika meliha Rae hee mulai berlari. Dia mengejar Rae hee yang mencoba menyelamatkan diri dari amukan si nenek cerewet. Ahaha…

‘Rasakan itu Ahjumma jelek!’

Rae hee terus berlari sambil tertawa bahagia menyusuri lorong-lorong hotel itu, diikuti Heechul yang terus berteriak menyuruhnya berhenti.

“Aku bilang berhenti disitu!”

Rae hee tetap berlari namun terhenti saat matanya menangkap dua sosok yang familiar tengah berdiri di depan pintu salah satu kamar yang berada diujung lorong.

“O-opaa…”

Rae hee kaget dan tidak menyadari Heechul yang sudah berada tepat dibelakangnya. Fokus Rae hee masih tertuju pada dua sejoli yang dikenalnya.

‘Gadis bodoh, mati kau!’

Heechul melangkah untuk mendekat pada Rae hee namun sama seperti Rae hee, langkah Heechul terhenti. Terkejut melihat sepupunya seperti sedang mencoba mencium seorang gadis.

“Ye-yesungei… Hyun Jin…”

Heechul melirik Rae hee dan mendapati gadis itu melotot tegang. Dengan sigap Heechul langsung menutup mata Rae hee dari belakang dengan tangan kanannya dan itu justru membuat Rae hee teriak terkejut. Alhasil Yesung dan Hyun Jin menoleh kesumber suara. Keduanya terkejut.

“Ka-kalian…”

{Backsound : Davichi – I will think of you}

To Be Continued….

Mianhae foe update late…

ceritnya yang makin membosankan mohon maaf….

otakku sedikit..yaa……full akhirakhir ini..*plakkk//

pokoke happy reading..

mohon comentnyaaa..^^

gamsahamnida

Advertisements

12 comments on “Beautiful Target (3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s