Image

|| Dramione Another Story|| Is it imposibble??

 

Ficlet || Dramione Another Story|| Is it imposibble??

presented by Giadore Shin

Pairing      : Draco Lucius  Malfoy vs Hermione Jean Grangger

 

Genre        : Fluff

Draco menyeka keringat yang menetes di dahinya yang lebar. Rambut pirang platinumnya tampak kusut. Quidditch sore hari cukup menguras tenaganya. Siswa Ravenclaw terlihat lebih gesit hari ini. Dia merebahkan tubuhnya disofa yang empuk dan mulai memejamkan mata.Dia mencoba rileks namun sekelebat bayangan kejadian malam itu, lebih tepatnya kejadian saat dia berpatroli malam bersama si Ketua Murid Putri.

***

Hermione berjalan dengan senter ditangannya.Dia berjalan sambil menggerutu sebal. Si Pangeran Slytherin meninggalkannya sendiri dalam patroli malam ini.

Sialan kau, pirang!

Pria Slyhterin itu memang menyebalkan dan Hermione pikir itu akan selalu menjadi predikat yang cocok untuk seorang Draco Lucius Malfoy.

Hermione tetap berjalan sambil sesekali memeriksa ruangan yang dia lewati. Patroli ini adalah kewajiban Ketua Murid untuk mengawasi seluruh siswa yang masih berkeliaran malam hari di Hogwarts atau mengawasi adanya siswa nakal yang mungkin mengadakan pesta malam hari di Aula. Mungkin saja.

Hermione mengerutkan keningnya saat matanya menangkap sebuah ruangan yang lampunya masih menyala.Dia sudah berdiri di depan pintu. Dengan ragu dia menyentuh kenop pintu dan mulai membukanya.

Nikmati malammu, Pervert. Dan besok kau bersiap menerima detensi Scorpius.

Hermione mendengus jijik melihat pemandangan yang baru saja dilihatnya.”Apa dia pikir, dia bisa melakukan apapun yang dia sukai?”

Brengsek!Sialan!Pervert busuk!

Itu sebuncah omelan yang ditorehkan Hermione sepanjang perjalanannya menuju Asramanya. Moodnya memburuk untuk melanjutkan patroli malam ini.

“Hi, Grangger.”

Hermione hendak menaiki pintu masuk Asrama saat suara bass menyentaknya. Dia menoleh dan mendapati Blaise Zabini berdiri disana. Bersandar di dinding dengan bersedekap.Murid Slytherin itu tersenyum melihat wajah bingung Hermione.

“Zabini? Apa yang kau lakukan disini? Kau tertarik dengan detensi besok pagi?”

Senyuman dibibir Blaise mengembang sempurna.”Aku lebih tertarik melihatmu, Grangger.”

“Kembali ke Asramamu atau kau akan menerima detensimu esok pagi.”

“Ayolah, Grangger, ada sesuatu yang ingin aku tanya padamu?”Blaise berjalan mendekat.

“Besok pagi kau bisa tanyakan itu, Blaise.”

“C’mon, Mione, just 3 minutes, ok?”

Hermione memutar bola matanya malas. “One minutes!”

Blaise tersenyum. “Thanks.”

“Apa pertanyaanmu?” tanya Hermione tanpa basa-basi. Dia ingin segera tidur diranjangnya yang hangat malam ini.

“Kiss me…”

Hermione melolot, “Kau…. ”

“Aku rasa sudah cukup waktunya main-main, Blaise…”

Hermione hendak memaki Blaise kalau saja suara itu tidak menyela mereka. Hermione mendapati pria itu menatapnya tajam. Tanpa mereka sadari Blaise sedang tersenyum samar. Draco kembali menatap Blaise. “…..dan kembali ke Asramamu. Now!”

Blaise mengedikkan bahunya santai lantas tersenyum pada Hermione. “Good night, Grangger.” Lalu beralih pada Draco. “Bye, mate.” Blaise beranjak meninggalkan dua anak manusia yang sedang bertatapan tajam dengan senyum puas dibibirnya. Pertanyaannya sudah terjawab. “Thanks untuk jawabannya, Grangger.”

***

“Kau akan terima detensimu besok, Grangger.”

Hermione membalikkan tubuhnya yang hendak masuk kamar saat mendengar pernyataan Draco.

“Detensi? Kau bercanda. Aku sedang malas berdebat denganmu malam ini.”

“Kau berpatroli untuk mengawasi penghuni Hogwarts tapi ternyata kau sendiri yang bermain malam-malam begini.” Draco terkekeh sinis.”Lucu sekali.

Hermione juga terkekeh sinis. “Detensi itu lebih cocok untukmu, pirang!” Hermione menatap sinis pria didepannya. Tangannya sudah gatal ingin mengucap mantra andalannya saat melihat ekspresi kaget Draco.”Oh..ataukah aku harus bertanya padamu, ‘Malfoy sejak kapan kau menggunakan pewarna bibir?’ Itu menjijikan. Kau tahu?”

Draco menelan ludahnya gugup dan refleks menyentuh bibirnya.

Sial, umpatnya dalam hati.

“Ini..ini hanya olahraga malam,” ucap Draco sesantai mungkin.

Olahraga malam? Sinting!

“Astaga,”Hermione menggeleng pura-pura tak percaya, “Tapi setidaknya kau lakukan itu dikamarmu, Malfoy. Itu hanya akan merusak penglihatan orang.”

“Oh ya?? Dan kau? Lalu bagaimana denganmu dan Blaise?” tantang Draco. “Kiss me??” Draco meniru ucapan Blaise lalu menggeleng. “Ternyata putri Griffindor ini sedang mengincar pria Slyhterin.”

Hermione menggeram kesal, “Pikiran busuk itu tidak akan pernah singgah di otakku, Malfoy.”

Draco berjalan mendekat pada Hermione yang langsung tampak waspada. Senyum seorang Malfoy bertengger dibibir pria itu.”Kau tak perlu jual mahal padaku, Grangger. Nikmati saja seperti kau menikmati sentuhan Blaise tadi. Atau mungkin malam ini kau mau berbagi ranjang denganku?”

“Selangkah lagi, maka kau akan tahu akibatnya, Malfoy.” Hermione menggenggam kuat tongkat sihirnya.

“Kenari? Silahkan. Aku sudah punya mantra penangkal kenari sialanmu itu.”Draco tersenyum puas melihat mata hazel itu membulat dan dia merutuki dirinya yang mengakui mata itu..indah.

“Jangan samakan aku dengan gadis ranjangmu, brengsek.”

Draco mengangkat sudut bibirnya lalu memajukan wajahnya tepat didepan wajah gadis itu. “Aku ingin mencoba bagaimana rasanya seorang gadis darah lumpur sepertimu.”PLAK!

Nafas Hermione memburu setelah tangan mulusnya mendarat dipipi putih pucat pria pirang itu. Dia bisa melihat pipi itu memerah dan membekaskan jejak tangannya. “Beraninya kau, Malfoy…”

Hermione mendadak gusar saat manik abu-abu milik Draco menikamnya. Dia bisa melihat pria itu menggeram lantas Hermione memejamkan mata saat Draco mengangkat tangannya dan….

Kenapa? Kenapa sendi-sendinya selalu membeku setiap kali pria itu menyentuhnya? Bahkan sentuhan Blaise tadi membuatnya terganggu, tapi ketika pria ini yang menyentuhnya, tubuhnya sulit menolak dan selalu bertentangan dengan otaknya.

Merlin, kutukan apa ini?

Draco tampak menikmati ciumannya dan sama halnya dengan Hermione. Tubuh gadis itu tersudut tepat dipintu kamarnya. Draco seperti lepas kendali. Dia pria brengsek dan Hermione bukan gadis pertama untuknya tapi setiap bersentuhan dengan gadis itu, ada sesuatu yang menuntun Draco menginginkan lagi dan lagi. Dan ini membuat mengerang frustasi. Dia menahan diri untuk tidak membuka pintu kamar gadis itu dan berakhir diranjang namun sia-sia tangannya yang bebas menyentuh kenop pintu kamar Hermione dan…Klek!

Bunyi itu sedikit keras dan kembali menyadarkan Hermione. Dia masih mengingikannya (brengsek!) tapi sepertinya otaknya lebih menguasai dan dia tak ingin pria itu menertawakannya nanti.

Hermione mendorong tubuh Draco dan tautan mereka terlepas. Hermione bisa melihat tatapan kecewa di manik abu-abu pria itu. Hermione menggeleng, mencoba menepis perasaan aneh yang tiba-tiba datang dan dengan cepat dia masuk ke kamar dan menguncinya. Kau gila, Mione!

Diluar kamar, Draco masih mencoba menetralkan nafasnya. Dia masih merasa dadanya berdebar kencang, tidak seperti biasanya ketika dia mencium gadis yang lain, dia tak menemukan perasaan ganjil ini.Dan…dia merasa kecewa karena Hermione…..menolaknya.

Hei, Malfoy! Dia itu darah lumpur, bodoh!Tapi kau berdebar? Itu bisa diartikan bahwa kau menyukainya.“Tidak.. This is imposibble.”

***

Pikiran gila itu yang membuatnya menggila dan bermain Quiddicth seharian. “Tidak. Aku tidak mungkin menyukai rambut musang itu,” gumamnya frustasi sambil memejamkan matanya.

“Apanya yang tidak mungkin, pirang?”

Draco kembali membuka mata dan menegakkan tubuhnya ketika pintu terbuka dan memunculkan seorang gadis bermabut coklat panjang berombak. Jantungnya bertalu mendengar nada suara orang yang sedang ada dipikirannya saat ini. “Grangger….”

FIN^^

Advertisements

15 comments on “|| Dramione Another Story|| Is it imposibble??

  1. Wah keren , n another story nya Hëhëhëhë  ! B klo bsa di lnjut nya aku jg jdi ska couple ini kekekeke

  2. another fic yeaahhhh nice ff ~~~!!!!!
    aaaa draco mengakulah come on hahahhahaa
    jadi 3fic ini berhubungan satu sama lain ya hahahaha

    tapi koreksi tulusan ‘granger’ yg benar spt ini bukn double ‘g’ koreksi aja yaa hehehhe.

    but overall i like this fic~!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s