Image

Heart Palace Just For My Cherry Blossom

120726009Author :          Giadore Shin (@AyuWon92)

 

Cast    :          

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Eunsun

 

Genre  :           AU ; Fluff ; Bromance

 

Rate    :           Teenager

 

Length:           Ficlet

 

Disclaimer:     :This story is mine! Cho Kyuhyun belong to themselves but Kim Eunsun is Ebby Yusnia’s Korean name. this story special for Ebby’s Birthday.

 

 

Warning          : Don’t copas, don’t bash and no plagiat. But  I need your commet, guys.^^

 

Gamsahamnida^^

 

Happy Reading……

 

***

 

 

 

 

 

 

Gangnam Street, Seoul

2nd October. Morn.

 

“Oppa, aku lelah….” Kim Eunsun menghentikan langkahnya dengan tangan yang bertumpu di kedua lututnya. Peluh mengucur dari dahinya yang lebar. Minggu pagi ini mereka habiskan dengan jogging, lebih tepatnya atas dasar paksaan Oppanya itu.

Lelaki yang dipanggil oppa itu menoleh kebelakang dan menghampirinya. Tanganya berkacak pinggang. “Aigooo….kita baru berlari dua kilometer dan kau sudah lelah. Kemana semangat jiwa mudamu, gadis kecil?”

Kim Eunsun menegakkan tubuhnya dan menatap lelaki itu kesal, “Berhenti memanggilku gadis kecil. Apa oppa tidak lihat aku sudah besar dan aku akan berulang ta-…”

“Dasar cerewet.”

“Hyakk oppaa…” ocehan Eunsun terputus akibat lelaki itu menggenggam tangannya dan memaksanya berlari lagi.

“Gadis kecilku lebih baik diam saja. Karena itu akan membuatmu tampak lebih manis.”

Kyuhyun −oppa Eunsun− tidak menyadari perubahan wajah gadis itu yang tampak memerah mendengar kalimat itu. Jantung makin berpacu, bukan hanya efek berlari namun karena genggaman hangat Kyuhyun pada jemarinya.

Astaga Eunsun pabbo, apa yang kau pikirkan!!!

****

Cho Kyuhyun, lelaki yang telah hidup bersama Kim Eunsun sejak 10 tahun yang lalu. Meski sudah 10 tahun menjalin hubungan sebagai Oppa dan Dongsaeng, namun Eunsun tak bisa membohongi hatinya bahwa Kyuhyun menempati temapt spesial dihatinya. Bukan sebagai ‘Oppa” tapi….ya kalian pasti sudah tahu maksud hati Kim Eunsun, bukan? Tapi dia mencoba menutupi hal itu karena ida tak mau tampak bodoh jika nanti Kyuhyun tahu tentang perasaan konyolnya itu.

Orang tua Kyuhyun menitipkannya di keluarga Kim. Keluarga Cho yang sejatinya adalah seorang bisnisman dan ibunya yang selalu setia ikut kemanapun suaminya pergi. Bukannya mereka tidak sayang pada Kyuhyun, hanya saja melihat Kyuhyun yang harus terus berpindah-pindah sekolah membuat orangtuanya ber-inisiatif untuk membiarkan Kyuhyun tetap berada di Korea dengan menitipkannya pda keluarga Kim, sahabat keluarga Cho.

Kyuhyun dan Eunsun berbeda 5 tahun. Kyuhyun kini berada di tingkat 2 Universitas Kyunghee sedangkan Eunsun sendiri masih berstatus siswi kelas XI di Daeyoung Highschool. Namun itu bukan halangan untuk mereka dekat. Memang Kyuhyun bukan pribadi hangat malah  mungkin cenderung sedikit cuek tapiberuntung Eunsun memiliki sifat yang ceria sehingga kadang bisa memecahkan sifat cuek sang Oppa.

***

Daeyoung Highschool, Daeshinbo street, Seoul.

09th October 2012. Morn.

“Oppa…hari ini kau akan menjemputku kan?” Rutinitas biasa mereka adalah Kyuhyun selalu mengantar-jemput Eunsun, namun beberapa hari belakangan ini Kyuhyun disibukkan dengan kelas tambahan dikampusnya dan itu memaksa Eunsun kembali memastikan jadwal sang Oppa.

Kyuhyun mengangguk, “Ya gadis kecil.” Dan Kyuhyun tersenyum simpul melihat bibir adiknya itu yang langsung mengerucut. Kebiasaan yang sudah dihapalnya jika adiknya itu kesal dan dia suka itu.

“Ssshh..Oppaaa…”desis Eunsun sebal. “Baiklah, Oppa hati-hati dijalan.” Masih dengan wajah cemberut Eunsun mengecup singkat pipi Kyuhyun, ritual mereka jika hendak berpisah. Eunsun keluar dari mobil dan masuk kedalam sekolah dan Kyuhyun hanya bisa tersenyum manis ketika sambil menatap punggung adiknya yang mulai menghilang diantara keramaian para siswa. “Jaga dirimu, my little girl.”

***

KyungHee University. Seoul

09th October 2012. Noon.

 

“Kyuhyun-shhi…” Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika sapaan seorang gadis masuk ke indra pendengarannya dan gadis itu kini berdiri dihadapannya. “…bisakah aku minta waktumu sebentar saja?”

Kyuhyun menatap arlojinya sejenak lalu kebali memandang Jung Ahn Yoo, gadis dihadapannnya saat ini. “Baiklahh….” Dan jawaban Kyuhyun dibalsa dengan senyuman manis gadis itu.

“Gomawooo…”

***

Daeyoung Highschool, Daeshinbo street, Seoul.

09th October 2012. Noon.

Kim Eunsun berdiri didepan gerbang sekolahnya dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya. Dia tak sabar ingin memberitahu sang Oppa tentang informasi dari sang Omma − yang tadi meneleponnya− berjanji akan membawanya berlibur ke Jepang pada musim Bunga Sakura tahun ini dan itu bertepatan di hari ulang tahunnya. Itu merupakan impiannya dari dulu dan sebentar lagi akan terwujud.

Lima belas menit berlalu dan sekolah sudah sepi dan jam tangan Eunsun sudah menunjukkan pukul 14.00KST  namun sepertinya belum tampak tanda-tanda kedatangan sang Oppa. Eunsun mulai gelisah, matanya bolak-balik melirik jam tangannya dan kepalanya sibuk mengamati mobil yang lalu-lalang didepannya.

“Kenapa lama sekali?” gerutunya sambil menendnag kerikil-kerikil kecil. Mendengus. Menghentakkan kaki. Mendesis. Bosan mulai terasa dan jam sudah pukul 14.30KST. Eunsunsudah mencoba menghubungi ponsel Kyuhyun namun nihil, hanya sapaan operator yang dia dapat.

 

Menyebalkan!

 

Peluh didahinya mulai menganak sungai melihat cuaca yang cukup terik siang ini. Sesekali dia membesihkan keringat dari dahinya dengan punggung tangan.

Dia tak mungkin menghubungi Omma atau Appanya mengingat mereka sedang berda di Jepang.

“Oppa…kau dimana?”

***

Kyuhyun merutuki kebodohannya yang melupakan jadwalnya untuk menjemput Eunsun disekolah. Puluhan misscall bahkan message dari Eunsun masuk kedalam ponselnya dan bodohnya dia lupa kalau dia men-silentkan ponselnya dari pagi. Dan dia malah santai mengajari dan menghabiskan waktu bersama Ahn Yoo.

“Sial,” umpatnya kesal. Kakinya berjalan secepat mungkin menuju parkiran kampusnya. Sesampainya diparkiran, Kyuhyun segera masuk dan secepat mungkin dia membawa mobilnya menuju Daeyoung Highschool. Dia tak peduli teriakan pengemudi lain yang dia cemaskan adalah adiknya. Gadis kecilnya. Kim Eunsun.

Kyuhyun membelokkan mobilnya memasuki gerbang sekolah yang tampak sepi. Dia turun dan mulai berlari mencari sosok tubuh mungil adiknya. Dia tak peduli nafasnya yang hampir putus akibat berlari sepanjang kroidor kelas namun nihil, Kim Eunsun tidak tampak dimaapun.

“Arrgghhhhhh!!” Kyuhyun menendang udara kosong. Meremas rambutnya menahan rasa cemasnya yang sudah memuncak. Khawatir, sangat khawatir.  “Kau dimana Kim Eunsun…”

***

 

Planet Residence, Kim’s House.

09th October 2012. Night.

Eunsun memasuki rumahnya dengan lemas. Hari sudah gelap. Tubuhnya lelah setelah bejam-jam menunggu sang Oppa yang tak kunjung dating lalu berdesak-desakkan didalam bus. Mungkin dia dehidrasi sekarang. Rumahnya masih sepi dan itu artinya Kyuhyun Oppanya juga belum pulang. Dia memasuki dapur, meraih sebotol air dingin dari kulkas lalu meneguknya kasar tak peduli seragamnya yang basah. Setelah puas dia memasukan kembali botol itu dan berjalan ke ruang tamu dan menghempaskan tubuhnya di sofa.

Dia merasa kecewa pada Oppanya, tak biasanya Kyuhyun terlambat dan melupakannya seperti ini. Jika memang tidak bisa maka Kyuhyun akan menghubunginya tapi kali ini? Ada sesuatu yang sakit dalam hatinya jika membayangkan Oppanya benar-benar melupakannya. Dia tidak tahu kenapa matanya memanas tapi yang dia tahu kini airmatanya menetes saat dia mencoba memejamkan matanya. Mencoba tidur untuk melupakan pikiran bodoh itu.

***

 

Planet Residence, Kim’s House.

09th October 2012. Night.

Kyuhyun memasuki rumahnya dengan langkah memburu, wajahnya masih menampakan gurat kekhawatiran yang sangat jelas. Dan jantungnya yang berdebar karena khawatir kini mendadak lega saat matanya menangkap siluet tubuh yang tertelap di sofa ruang tamu. Bibirnya melengkungan senyum melihat gadis kecilnya pulang dengan selamat. Perlahan dia melangkah mendekat pada gadis itu lalu berjongkok untuk menatap wajah gadis itu dari dekat. Senyum itu mendadak hilang saat melihat cairan bening di wajah gadis itu. Dia juga bisa melihat raut wajah lelah gadis itu dengan peluh yang masih bersisa didahinya.

“Mianhae, chagi..” Kyuhyun mengelus lembut wajah Eunsun Menghapus jejak-jejak keringat dan airmata gadis itu. Dia benar-benar merasa bodoh melihat kondisi gadis kecilnya saat ini. Bahkan dia tidak akan mengampuni dirinya sendiri jika terjadi sesuatu yang buruk menimpa gadis kecilnya itu. Gadis kecil yang memiliki tempat istimewa dihatinya. Gadis yang akan dia lindungi  dalam waktu yang lama. Dia tahu adiknya ini juga memiliki perasaan yang sama dengannya, namun Kyuhyun  tak mau buru-buru karena dia tak ingin merusak konsentrasi belajar gadis kecilnya itu.

Dan entah dorongan darimana, dia mengecup hangat kening gadis itu. Lama. “Mianhae…” lalu mendaratkan bibirnya singkat dibibir Eunsun. “Saranghaee…”

***

Planet Residence, Kim’s House.

11st October 2012. Morn.

Eunsun menyantap sarapannya dengan malas. Pandangannya kosong. Tadi pagi dia terbangun dengan Kyuhyun disampingnya dan tentu saja membuatnya kaget sekaligus membuat wajahnya memerah. Jantungnya kembali berpacu ria. Dia tahu Kyuhyun Oppa yang memindahkannya ke kamar.

Namun dering ponsel Kyuhyun mengusiknya. Awalnya dia ragu namun karena berdering untuk ketiga kalinya akhnirnya Eunsun memberanikan diri untuk mengangkatnya.

“Yobose-yo….” Suara diseberang telepon membuatnya terdiam bahkan sebelum dia membuka mulutnya. “Kyuhyun-sshi…kau disana?”

Eubsun masih terdiam. Dia tidak tahu bahwa Oppanya punya teman wanita.

Tentu saja, dia punya teman wanita, Kim Eunsun pabbo!

“Oh..baiklah. Maaf aku mengganguu pagimu.. aku hanya ingin membritahu bahwa dompetmu ketinggalan.”

 

Dompet? Ketinggalan?

“Hahaha…ku akui kau pandai tapi ternyata kau juga pelupa, Kyuhyun, sayang…hahaha aku bercanda…”

Tangan Eunsun yang memegang ponsel itu bergetar. Senyum dibibirnya menghilang.

“Jadi kapan kau mau ambil dompetmu, Kyuhyun-sshi? Yobose-yo…Kyuhyun-sshi?? Kau masih disana?…….”

Eunsun mematikan ponsel itu lalu beranjak dari tidurnya. Rencananya untuk memberitahu Kyuhyun mengenai rencana ulang tahunnya pupus sudah. Impian itu pun rasanya sudah tidak berarti lagi. Bahagia itu berganti menjadi gumpalan rasa sesak dan sakit. Dia…..cemburu…..

“Hei…makannya pelan-pelan. Kau bisa tersedak.” Bahkan dia tak menyadari kehadiran Kyuhyun yang sudah duduk dihadapannya sembari menyodorkan segelas susu.

Ragu, dia meraih gelas itu.

“Mianhae…. Tentang semalam….” Ucapan Kyuhyun menghentikan gerakan Eunsun yang sedang meneguk minumannya.

Eunsun meletakkan gelasnya canggung dan Kyuhyun menyadari itu. Gadis itu mencoba menampilkan raut wajah cerianya walau sia-sia. “Gwenchana-yo, Oppa. Aku bisa maklum kalau Oppa sibuk dengan kekasih Oppa.” Eunsun mencoba tersenyum. Dia menahan rasa panas yang mulai mejalar ke matanya.

Tidak sekarang, Kim Eunsun.

“Mwo?” Kyuhyun terkejut, tentu saja.

“Hahha..tak usah terkejut begitu, Oppa.” Eunsun menyadari tawanya terdengar sangat sumbang, tapi dia tak peduli. “ Maaf, tadi pagi aku lancing menerima panggilan di ponsel Oppa dan ternyata yang menelepon adalah kekasih Oppa. Mianhae-yo Oppa,”ucap Eunsun tertunduk.

“Sun-ie kau… sebenarnya dia itu….”

Eunsun menyela ucapan Kyuhyun. “ Hari ini aku akan naik bus saja. Aku tak mau mengganggu jadwal kencan kalian. Bye, Oppa,” Eunsun menghampiri Kyuhyun lalu mengecup pipinya singkat kemudian berlari secepat yang ia bisa meninggalkan Kyuhyun yang terdiam. Berlari bersama airmata yang sudah mengalir deras dipipinya. Dia tak mau mendengar kenyataan bahwa Kyuhyun memang benar-benar sudah punya kekasih. Dia tak mau mendengar kalimat menyakitkan itu keluar langsung dari mulut Kyuhyun, Tidak, karena itu sama saja dengan membunuh hatinya.

***

Planet Residence, Shim’s House.

11st October 2012. Morn.

 

Kyuhyun  baru tersadar saat dering ponselnya bergema. Dia berdehem lalu menekan tombol hijau pada ponselnya. “Yoboseyo ahjumaa…”

“……”

“Ne, Baik. Kami…mau berangkat sekolah…”

“…….”

“Jepang? Anni… Eunsun tidak cerita apapun, Ahjumma…”

“……”

“Mwo….?? Oneul?”

“…….”

“Ne..gamsahamnida Ahjumma..”

Kyuhyun bergegas cepat. Jepang? Gadis bodoh itu tidak memberitahu apapun tentang keberangkatannya ke Jepang. Dan apa yang baru saja didengarnya dari Kim Ahjumma bahwa hari ini Eunsun akan pergi ke Jepang. Tapi bukankah tadi dia mengenakan seragam sekolah?

Aishhh…Cho Kyuhyun bodoh, kau kan tidak tahu apa isi dalam tasnya?

Sial! Eunsun pasti tidak memberitahunya karena telepon dari Jung Ahn Yoo. Gadis itu cemburukah? Dan sekarang  gadis itu berniat meninggalkannya disini sendiri dan membiarkan gadis kecilnya melewati ulang tahun bunga sakura tanpa dirinya? Dia masih ingat impian seorang Kim Eunsun adalah merayakan ulang tahun dibawah pohon sakura yang bersemi.

Astaga! Kenapa dia bisa mencintai anak kecil dan bodoh seprti Kim Eunsun??

Dan sekarang, Kyuhyun mencoba mengejar waktu. Dia tahu Eunsun pasti mengambil penerbangan pagi untuk menghindari jetlag. Kyuhyun menggeram kesal saat terjebak macet di jalan. Dia memukul stirnya, putus asa.

***

Incheon Airport. Seoul

11st October 2012. Morn.

 

Dibandara, Kim Eunsun memandang paspor dan tiket ditanganya dengan tersenyum lemah. Matanya tampak membengkak habis menangis sepanjang jalan. Dia sudah mengganti bajunya dan saat ini dia berdiri untuk bersiap-siap untuk boarding pass. Kini gilirannya menunjukan tiket dan paspornya pada petugas. Sesekali dia menoleh kebelakang, berharap Kyuhyun mencegahnya untuk pergi, namun sepertinya itu hanya percuma, Kyuhyun tak mungkin tahu tentang keberangkatannya ke Jepang hari ini.

Kau benar-benar bodoh, Nona Kim!

“Silahkan lewat, Nona.” Suara petugas itu membuyarkan lamunan Eunsun. Dengan berat hati dia melangkah memasuki ruang tunggu namun sekali lagi dia kembali kecewa saat menoleh kebelakang dan tidak mendapati Kyuhyun disana.

***

“Oppa…apa kau punya impian?”

 

“Tentu. Semua orang pasti punya impian. Wae?”

Kyuhyun kecil menoleh pada gadis kecil disampingnya yang sedang asyik menatap bintang malam dari balcon kamar mereka. Cuaca cukup dingin malam ini mengingat ini akhir musim gugur.

 

“Ani…” Gadis itu menggeleng. “Apa impian, Oppa?” Dia menoleh pada Kyuhyun dengan mata bulatnya yang indah.

 

“Mmm…bisa tersenyum bersama orang yang kusayangi.” Kyuhyun kecil tersenyum,

“Dan kau, sun-nie?”

 

“Sakura.” Kyuhyun Kecil mengerutkan keningnya. “Aku ingin ulang tahunku yang 18 dirayakan di bawah keindahan bunga sakura yang mekar,” ucapnya dengan mata berbinar dan Kyuhyun selalu mengaggumi mata bulat itu. Mata indah adik kecilnya yang kini beranjak dewasa.

 

“Sakura? Jepang maksudmu?”

Eunsun mengangguk antusias, “Itu adalah impian terbesarku. Dan aku ingin Oppa berjanji akan menemaniku.”

 

Kyuhyun terkekeh dan Eunsun hanya memanyunkan bibirnya, “Aishhh..kenapa Oppa malah tertawa?”

 

Kyuhyun berdehem lalu menatap Eunsun tepat di manik mata hitam itu, “Janji seorang Cho Kyuhyun adalah janji pria sejati. Oppa janji untukmu, my little girl.”

 

Tanpa Kyuhyun sadari jantung Eunsun berdebar lebih cepat dari biasanya.

***

Kyuhyun menghentikan langkahnyanya di depan meja informasi bandara dengan nafas memburu. Matanya masih mengedar, berharap siluet tubuh mungil gadis kecilnya masuk dalam retinanya.

“Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?”

Suara petugas wanita itu menyadarkannya.

“Ya..apa pesawat tujuan Tokyo sudah take-off?”

“Mohon tunggu sebentar, tuan.” Wanita itu mencoba mengcek data penerbangan.

“Mohon maaf tuan. Penerbangan Seoul-Tokyo baru saja lepas landas.”

“Mwo? Gamsahamnida,” ucapnya lirih. Energinya seperti habis terkuras mendengar kalimat itu. Dia mencoba melangkah keluar dari bandara dengan sisa tenaga yang dia punya.

“Sialll!!!!!!!!”

Sesampainya di mobil Eunsun hanya bisa berteriak emosi. Dan dengan tangan mengepal dia menghantam stir mobil seolah bekas yang kini menempel merah ditangannya tak berarti apapun. Memang gadis itu pergi hanya sebentar tapi tetap saja dia benci kenyataan itu. Apalagi jika mengingat besok adalah hari special gadis kecilnya. Mereka sudah pernah merajut janji untuk selalu merayakan hari istimewa bersama-sama.

***

Cherry Blossom Park Festival, Tokyo Spring

13rd  October 2012. Morn.

 

Kim Eunsun menatap kelopak mekar bunga sakura dengan senyum indah dibibirnya. Disekitarnya berdiri indah pohon-pohon sakura yang tengah mekar. Angin pagi berhembus sejuk dan sebagian kelopak itu gugue ke bumi. Ini adalah impiannya di ulang tahunnya yang ke-18 dan terwujud.  Namun impiannya untuk menikmati hujan sakura bersama orang yang dicintainya, sepertinya itu akan tetap jadi mimpi. Dia terlalu bodoh sampai tidak menyadari bahwa pria itu adalah pria normal yang akan merasakah jatuh cinta pada gadis yang semestinya bukan dirinya yang hanya seorang gadis kecil pengecut dan bodoh. Miris.

Sakura itu sama seperti dirinya.Dia akan bersemi sekali setahun meski sekali namun akan berlangsung dalam waktu yang lama. Memiliki keindahan yang mampu membuat orang yang mengagguminya dan rela untuk menunggu. Cinta Kim Eunsun pada Cho Kyuhyun hanya sekali dan tetap selamanya. Namun bedanya, tidak ada yang menunggu cinta seorang gadis kecil seperti Kim Eunsun.

Dia mencoba menghilangkan rasa sakit yang tiba-tiba muncul lagi. Tadi pagi Omma dan Appanya sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuknya dengan membawa kue tart favoritnya. Namun karena mendadak ada pertemuan mereka tidak bisa menemani Eunsun ke acara Festival di Cherry BlossomPark pagi ini.

Menyedihkan. Seandainya Kyuhyun disini mungkin dia tidak akan merasa kesepian di hari bahagianya ini. Setelah ini mungkin dia akan belajar untuk memasukan perasaannya kedalam kotak kenangan hatinya. Mencoba menyimpan aroma setiap kelopak sakura menyatu dalam kenangannya nanti.

Cherry Blossom in Dreaming, sepertinya itu judul yang cocok untuk tema diary miliknya.

Gadis itu menciuma aroma menenangkan dari kelopak sakura yang jatuh ditangannya.

Sambil mengucap sebuah pengharapan.

Sekali saja,tolong Tuhan  izinkan aku menikmati indahnya sakura tahun ini bersama Oppa.

“Kau tahu definisi bunga sakura?”

Mata Eunsun terbuka saat suara familiar itu memasuki indra pendengarannya. Suara itu membekukan sekaligus menghangatkan hatinya.

Apa ini jawaban doanya? Kyuhyun oppa? Benarkah itu kau?

Thanks God.

Eunsun tetap pada posisinya dan mendengar jelas suara itu berasal dari orang yang kini ada dibelakangnya. Angin berhembus sejuk menggoyangkan dress peach selutut yang tampak cantik ditumbuhnya. Kepalanya tertutupi topi bundar dan lebar dengan warna senada dan rambut panjang hitam legamnya bergoyang searah dengan angin yang bertiup.

“Sakura itu kesejukan, keheningan, kedamaian, dan ketenangan. Tapi juga bermakna perpisahan saat bunga sakura mulai berguguran tertiup angin….”

Eunsun tahu sosok yang bersuara itu kini sudah berada dengan jarak yang dekat dengannya.

“….Sakura juga sebagai pengingat bahwa segalanya memiliki kebalikan. Jika ada sedih pasti ada gembira. Ada hidup dan ada kematian. Ada musim untuk bersemi dan ada musim untuk gugur……”

Eunsun menegang saat tangan hangat itu melingkar dipinggangnya. Oksigen dari angin sejuk itu menipis drastis. Dia bisa meraskan hembusan nafas hangat pria itu dilehernya. Geli dan hangat.

“…Tapi nilai-nilai itulah yang menambah point istimewa dari bunga sakura. Selain tentang keindahan juga tentang kepuasan.”

Kyuhyun membalikkan tubuh Eunsun, mencoba menatap wajah yang dirindukannya sampai rasanya sulit bernafas dengan normal. Dan saat ini dia bisa mnarik nafas dengan baik saat wajah itu sudah berada dalam penglihatannya. “Kim Eunsun… you’re my Cherry Blossom. Membuatku merasa sedih saat kepergianmu dan bahagia saat menemukanmu. My little girl. My Greatest Love. Saengil Chukkahamnida…”

Kyuhyun memberikan senyum manisnya pada Eunsun lalu mengecup kening gadis itu lembut.

Kim Eunsun hanya memejamkan matanya menikmati bibir hangat Kyuhyun dikeningnya. Gelombang manis menggelitik perutnya dan saat dia membuka mata dia merasa bunga sakura itu semakin terlihat indah .Tanpa sadar air bening itu menetes disertai bibirnya melengkung indah dan tulus.  

Kyuhyun menatap intens gadis kecilnya masih dengan senyum manisnya lalu mengecup kedua mata Eunsun yang mengeluarkan airmata kemudian menghapusnya.

“Tidak ada bunga lain di hati Cho Kyuhyun karena Cherry Blossom sudah cukup indah dalam hidupnya. Selamanya.”

Eunsun tersenyum bahagia, “Oppa….gomawoo..”

Chuu~ ciuman itu terasa manis

“My heart always available just for my little girl, Kim Eunsun.”

Eunsuni menarik kerah baju Kyuhyun dengan berjinjit lalu menempelkan bibirnya tepat dibibir Kyuhyun Ciuman singkat Eunsun digagalkan Kyuhyun yang langsung meraih pinggang mungil Eunsun dan mulai mencium gadis itu intens dan lembut, selembut angin yang berhembus sambil mengugurkan kelopak-kelopak sakura yang indah lalu jatuh ke bumi seolah ikut menyambut eksistensi cinta yang bersemi dibawah musim semi bunga sakura.

“Naddo saranghaeee….Oppa…”

 

Terima kasih Tuhan untuk hadiah terindah ini.

 

 

END^^

 

NB : Oke..oke… Ini Ficlet buat special birthday, Ebby saeng. Semoga kamu suka :*

Mianhae kalau jelek dan alurnya kecepatan.

 

Saengil chukkahamnida saeng-I J

Ini hanya karangan semata. Musim sakura bukan pada bulan October tapi karena untuk  menyesuaikan saja dengan ultah Ebby jadi saya bikin AU. Sakura bersemi pada awal Februari sampai awal April.

Saya sangat mengharapkan komentar dari chingu-deul semua…

Gamsahamnida*bow

Advertisements

8 comments on “Heart Palace Just For My Cherry Blossom

  1. Astaga… Manis bangeeeet..
    5 tahun beda umur, nggak masalah lah.. Dasar emang temennya Kyuhyun si trouble maker!!
    Seneng deh kyuhyun juga cinta sama eunsun, nyampe dikejar ke Jepang. Epic ff! Loveee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s